JAKARTA, KOMPAS.com - PDI-P memperkenalkan lagu baru berjudul "Bung Karno Bapak Marhaenisme" dalam Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi PDI-P DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat mengatakan, peluncuran lagu tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Bulan Bung Karno, dan akan menjadi bagian dari protokoler resmi partai dalam setiap kegiatan.
"Hari ini di dalam pembukaan diperkenalkan satu lagu yaitu Bung Karno Bapak Marhaenisme. Jadi di acara protokoler partai itu akan dinyanyikan Bung Karno Bapak Marhaenisme. Karena memang Marhaenisme itu dikemukakan, digali, dari Bung Karno," ujar Djarot, Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Djarot: Jokowi Keliling Daerah Justru Bikin PDI-P Makin Solid
Menurut Djarot, lagu tersebut juga dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan dan ideologi Marhaenisme di kalangan kader, terutama para wakil rakyat yang baru memulai masa jabatan 2024-2029.
“Dalam setiap acara dengan protokol kepartaian, lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme wajib kita nyanyikan," tegasnya.
Djarot menekankan, marhaenisme adalah ajaran yang digali dan dikembangkan oleh Presiden pertama RI Soekarno sebagai landasan perjuangan membela kaum kecil.
Sementara itu, PDI-P sejak awal dibangun sebagai partai yang berorientasi pada kepentingan rakyat kecil atau kaum marhaen.
Baca juga: PDI-P Siap Patuhi Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
"Karena PDI-P sebagai partai yang memang dibangun berbasis berorientasi kepada rakyat marhaen, rakyat kecil, kaum duafa, kaum tertindas, mereka-mereka yang miskin karena dieksploitasi oleh satu sistem sosial dan sistem politik," kata Djarot.
Adapun Bimtek DPRD PDI-P se-Indonesia tersebut akan digelar secara bertahap dengan jumlah peserta sebanyak kurang lebih 4.000 kader.
Djarot menjelaskan, regional pertama digelar di Jakarta dan diikuti anggota DPRD dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta seluruh provinsi di Kalimantan.
Selanjutnya, regional kedua akan dilaksanakan di Bali dengan peserta dari Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca juga: Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai, tetapi Seluruh Rakyat Indonesia
Adapun regional terakhir akan digelar di Jayapura untuk anggota DPRD dan pengurus partai di seluruh wilayah Papua.
Menurut Djarot, Bimtek tidak hanya berisi pembekalan teknis bagi anggota DPRD, tetapi juga menjadi sarana penguatan ideologi partai bagi para kader yang duduk di lembaga legislatif.
Selain penguatan ideologi, Bimtek juga diarahkan untuk memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat daerah.
"Termasuk juga untuk membangun bonding, membangun keterkaitan atau keeratan atau kerja sama yang kuat antara ketua, sekretaris, dan bendahara DPC dan DPD," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




