Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa rencana safari politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke sejumlah daerah tidak akan memengaruhi kekuatan mesin politik partainya di daerah basis.
Langkah tersebut dinilai justru akan membuat internal PDIP makin merapatkan barisan.
Advertisement
Pernyataan ini menanggapi kabar mengenai rencana kunjungan Jokowi ke Sumatra Barat (Sumbar), Lampung, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada awal Juni mendatang.
“Justru dengan beliau turun ke beberapa wilayah itu justru partai kita semakin solid ya. Partai kita akan semakin solid untuk membangun internal partai maupun lebih solid untuk turun ke bawah. Jadi silakan aja beliau keliling ke mana pun, bebas ya,” kata Djarot di Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).
Selain menanggapi agenda kunjungan, Djarot juga melayangkan sentilan terkait isu lama yang sempat menerpa mantan Wali Kota Solo tersebut. Ia berharap momentum kunjungan ke daerah ini dimanfaatkan Jokowi untuk meluruskan polemik mengenai keaslian dokumen pendidikannya langsung di hadapan masyarakat.
“Tapi ya beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan supaya masyarakat betul-betul yakin ya bahwa ijazahnya itu asli. Tunjukkan aja ijazahnya. Paling enak itu nggak usah pakai drama-drama di pengadilan gitu loh ya. Kalau Anda tanya ijazah saya, saya tunjukkan pada Anda gitu ya,” tutur Djarot.
Tak hanya soal ijazah, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini turut mengomentari desas-desus yang menyebut Jokowi akan segera diumumkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Menurut Djarot, hal tersebut bukan lagi rahasia besar bagi publik.
“Waktu daftar ke Kemenkumham kan jelas itu ya, dewan pembinanya inisialnya apa J? Ya sudahlah itu drama-drama gitu kan ya. Udah jelas gitu loh. Rakyat ini sudah pandai, sudah cerdas untuk bisa melihat, udah tahulah drama-drama seperti itu ya,” pungkasnya.




