Persib Jelaskan Sanksi Transfer Ban FIFA, Ternyata Terkait Sengketa Kontrak Daisuke Sato

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Persib Bandung memberikan penjelasan terkait status larangan registrasi pemain baru (transfer ban) yang dijatuhkan FIFA.

Persib masuk daftar ban FIFA pada Jumat (29/5) dan sanksi tersebut tanpa batas waktu alias hingga sanksi dicabut.

Deputy CEO PT Persib, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan sanksi tersebut berasal dari sengketa kontraktual dengan mantan pemainnya, Daisuke Sato, dan bukan akibat tunggakan gaji atau pengabaian hak pemain.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan manajemen, perkara tersebut bermula dari proses penyelesaian terminasi kontrak Daisuke Sato pada 2023. Sengketa kemudian berlanjut ke Court of Arbitration for Sport (CAS) hingga menghasilkan putusan yang mengurangi nilai kompensasi dibanding tuntutan awal yang diajukan kepada klub.

Persib menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan sengketa kontraktual yang telah diproses melalui mekanisme hukum sepak bola internasional.

“Penting untuk ditegaskan bahwa perkara ini bukan terkait penunggakan gaji pemain maupun pengabaian hak-hak pemain, melainkan merupakan sengketa kontraktual yang telah melalui proses hukum sesuai mekanisme yang berlaku dalam sepak bola internasional,” tulis Adhitia dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).

Klub menyatakan menghormati putusan yang telah berkekuatan hukum dan saat ini sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut. Setelah kewajiban dipenuhi dan diverifikasi sesuai prosedur FIFA, status transfer ban akan dicabut sehingga Persib kembali dapat mendaftarkan pemain baru.

Manajemen juga memastikan sanksi administratif tersebut tidak memengaruhi stabilitas operasional maupun rencana strategis klub. Persiapan tim, aktivitas rekrutmen pemain, pengelolaan organisasi, hingga berbagai program pengembangan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Persib menilai sengketa kontraktual dan sanksi administratif merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam industri sepak bola profesional dan pernah dialami sejumlah klub besar dunia seperti Chelsea, Barcelona, Real Madrid, hingga Atletico Madrid.

Baca Juga: Jelang FIFA Matchday Juni 2026, Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Resmi Lamar Pasangannya di Italia

Adhitia menegaskan klub akan menyikapi persoalan tersebut secara bertanggung jawab, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selainitu, Adhitia juga menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh, mitra, dan masyarakat sepak bola Indonesia atas dukungan yang terus diberikan selama proses penyelesaian perkara berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timwas Haji DPR Terima Keluhan AC Mati dan Air Kurang di Mina
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Hasil Uji Coba Piala Dunia 2026: Duet Raksasa Timur Tengah Iran dan Irak Kompak Petik Kemenangan
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Potensi Jalan Amblas Harus Diantisipasi, Wagub: Banyak Pipa PAM Jaya Sudah Tua
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
IKN Bisa Menjadi Kota Baru, Tapi Belum Tentu Menjadi Mesin Ekonomi Baru
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Generali Indonesia Relokasi Pusat Layanan Nasabah di Surabaya
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.