Gaza/Ramallah (ANTARA) - Otoritas kesehatan di Jalur Gaza melaporkan 33 warga Palestina tewas dan lebih dari 130 lainnya terluka akibat serangan dan tembakan pasukan Israel selama libur Idul Adha yang berlangsung sejak Rabu (28/5) hingga Sabtu (31/5).
Dalam laporan harian yang dirilis Minggu, otoritas tersebut mengatakan jumlah korban tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi 72.939 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 172.927 orang.
Laporan itu menunjukkan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, serta tim ambulans dan pertahanan sipil menghadapi kesulitan signifikan untuk menjangkau mereka.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit al-Aqsa di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, Raed Hussein, memperingatkan tentang penutupan rumah sakit yang akan segera terjadi akibat krisis listrik yang parah dan kegagalan generator utama maupun cadangan.
Dalam konferensi pers di rumah sakit tersebut, ia mengatakan krisis itu mulai berdampak langsung pada departemen-departemen vital, khususnya ruang operasi.
Sementara itu, seorang pria Palestina tewas pada Minggu akibat tembakan Israel di penghalang pemisah di Kota al-Ram, sebelah utara Yerusalem, menurut sumber-sumber Palestina.
Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan pers mengatakan bahwa Imad Ishtayeh (26), dari Desa Salem di sebelah timur Nablus, meninggal akibat luka-lukanya setelah ditembak pasukan Israel di dekat penghalang pemisah al-Ram.
Sumber-sumber setempat mengatakan Ishtayeh ditembak saat berupaya melintasi pagar pemisah untuk bekerja di wilayah Israel guna menghidupi keluarganya.
Dalam laporan harian yang dirilis Minggu, otoritas tersebut mengatakan jumlah korban tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi 72.939 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 172.927 orang.
Laporan itu menunjukkan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, serta tim ambulans dan pertahanan sipil menghadapi kesulitan signifikan untuk menjangkau mereka.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit al-Aqsa di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, Raed Hussein, memperingatkan tentang penutupan rumah sakit yang akan segera terjadi akibat krisis listrik yang parah dan kegagalan generator utama maupun cadangan.
Dalam konferensi pers di rumah sakit tersebut, ia mengatakan krisis itu mulai berdampak langsung pada departemen-departemen vital, khususnya ruang operasi.
Sementara itu, seorang pria Palestina tewas pada Minggu akibat tembakan Israel di penghalang pemisah di Kota al-Ram, sebelah utara Yerusalem, menurut sumber-sumber Palestina.
Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan pers mengatakan bahwa Imad Ishtayeh (26), dari Desa Salem di sebelah timur Nablus, meninggal akibat luka-lukanya setelah ditembak pasukan Israel di dekat penghalang pemisah al-Ram.
Sumber-sumber setempat mengatakan Ishtayeh ditembak saat berupaya melintasi pagar pemisah untuk bekerja di wilayah Israel guna menghidupi keluarganya.





