Oleh-oleh Lawatan Presiden Prabowo ke Prancis

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Selama beberapa hari terakhir, Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan kenegaraan ke Prancis untuk menghadiri berbagai pertemuan strategis bersama dengan pemerintah maupun pelaku usaha. Dari kunjungan ini, Indonesia pun membawa pulang sejumlah kesepakatan bisnis dan investasi bernilai puluhan triliun rupiah.  Lalu seperti apa selengkapnya hasil dari lawatan keempat Presiden Prabowo Subianto ke Prancis? 
Bawa pulang 4 kesepakatan komersial
Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis membuahkan empat kesepakatan komersial dengan nilai total mencapai USD3,5  miliar dolar atau setara dengan Rp62 triliun dengan asumsi kurs Rp17.800 per dolar Amerika Serikat. Informasi ini disampaikan dalam pertemuan bisnis Indonesia dan Prancis yang dihadiri oleh pemerintah, kamar dagang, dan juga pelaku industri dari Indonesia maupun dari Perancis. Kerjasama dengan total nilai mencapai Rp62 triliun ini mencakup ada setidaknya tiga sector, yaitu energi, perdagangan, dan pertahanan yang selama ini memang menjadi pilar hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis.

Pemerintah Indonesia menilai kesepakatan ini bukan hanya berdampak pada peningkatan investasi tetapi juga bisa membuka peluang transfer teknologi dan juga penciptaan lapangan kerja di dalam negeri kedepannya. 

Baca Juga :

Tiba di RI, Ini Oleh-Oleh Presiden Prabowo dari Kunjungannya di Prancis
Pembentukan France-Indonesia high level business council
Lantas apa saja penjelasan ataupun secara lebih rinci empat kerjasama yang baru saja disepakati antara Indonesia dan juga Prancis? Yang pertama adalah pembentukan France Indonesia High Level Business Council tingkat tinggi antara kedua negara. Dewan bisnis ini diisi oleh sekitar 30 pemimpin bisnis dan juga pelaku industri utama antara dari kedua negara yaitu dari Indonesia dan  Prancis. Kehadiran forum ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk mempercepat realisasi investasi memperkuat kerjasama industri dan juga membuka akses pasar baru bagi produk kedua negara.

Salah satu target terukur dari dibentuknya Dewan Bisnis ini  adalah peningkatan nilai perdagangan bilateral Prancis dan Indonesia hingga tiga kali lipat pada 2035 mendatang atau kurang dari 10 tahun lagi. Sebagai gambaran bahwa nilai perdagangan Indonesia dan Prancis pada 2024 seperti yang dicatatkan oleh Kemenko Perekonomian Indonesia sekitar USD2,4 miliar atau setara dengan Rp42 triliun lebih.

Namun dalam perdagangan tersebut di tahun 2024, Indonesia masih mencatatkan defisit neraca perdagangan dengan Prancis, sebesar USD532 juta atau setara dengan Rp9 triliun. 

Karena itu pembentukan dari Dewan Bisnis antara Indonesia dan Prancis juga dipandang sebagai upaya untuk bisa menyeimbangkan hubungan dagang dan meningkatkan ekspor nasional khususnya oleh Indonesia. 

Baca Juga :

Prabowo Sambut Baik Pembentukan France-Indonesia High Level Business Council
Rencana kerja sama dagang
Tiga perjanjian lainnya meliputi sejumlah rencana kerjasama yang lebih konkret atau terinci secara nilainya. Yang pertama adalah kerjasama antara Pertamina dengan SLB atau PT Schlumberger Geophysics Nusantara dimana kolaborasi ini berfokus pada pemanfaatan teknologi energi dan juga kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasi migas. Untuk nilai kerjasama antara Pertamina dan SLB, nilainya mencapai USD250 juta sampai USD500 juta atau setara dengan sekitar Rp4,5 triliun sampai dengan Rp8,9 triliun.

Untuk perjanjian yang kedua masih melibatkan Pertamina bersama dengan Total Energies yang juga menjajaki Kerjasama senilai USD900 juta hingga USD2,5 miliar atau setara dengan Rp16 sampai Rp44,5 triliun. Cakupan kerjasama antara Pertamina dan Total Energies ini adalah meliputi pengembangan LNG, biofuel, kemudian energi terbarukan serta bisnis rendah karbon. Langkah ini dinilai sejalan dengan target dari Indonesia untuk bisa memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong transisi menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan. 

Baca Juga :

Macron Puji Sikap Berani Prabowo Soal Palestina
Satu lagi bentuk kerjasama yang dijalin antara Indonesia dan Perancis adalah di bidang pertahanan, dimana terdapat pula rencana kerjasama antara dan antara di bawah PT LEN khususnya dengan perusahaan pertahanan Prancis TALS.

Nilai potensial dari kerjasama ini berkisar antara USD349 juta sampai USD465 juta atau setara dengan Rp6,2 sampai Rp8,3 triliun. Fokus utama kerjasama ini adalah untuk pengembangan industri pertahanan nasional termasuk produksi dan juga pengembangan sistem radar yang ditargetkan akan memiliki kandungan lokal dan diproduksi di dalam negeri atau made in Indonesia. 

Pemerintah Indonesia menilai bahwa skema ini penting karena tidak hanya berorientasi pada pembelian alat pertahanan saja tetapi juga bisa memperkuat kemandiran industri strategis nasional terutama industri pertahanan melalui transfer pengetahuan dan juga peningkatan kapasitas teknologi.
Pernyataan Presiden Prabowo
Selain kerjasama perdagangan, Presiden Prabowo Subianto juga punya oleh-oleh di bidang pendidikan. Di tengah pembahasan soal hubungan ekonomi dan investasi ternyata Presiden juga menyampaikan dalam pidatonya pandangannya mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Prancis. "Saya sudah menginstruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan."

Menurut Presiden Prabowo perkembangan dunia ke depan akan menuntut generasi muda termasuk di Indonesia untuk punya kemampuan komunikasi yang lebih luas, tidak hanya fokus pada satu bahasa asing yang dominan, tetapi juga termasuk bahasa Prancis.
Tanggapan Komisi X DPR
Ini pun menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan oleh publik karena menyentuh isu pendidikan dan juga kesiapan sumber daya manusianya secara nasional. Usulan terkait pembelajaran bahasa Prancis di sekolah mendapatkan tanggapan dari Wakil Ketua Komisi X DPR atau yang membawahi bidang pendidikan DPR RI, Lalu Hadrian Irvani. 

Ia mengingatkan agar wacana tersebut bisa dikaji secara dengan matang dan tidak sekedar menjadi bagian dari simbol diplomasi antara kedua negara. Untuk itu juga disampaikan bahwa Komisi X akan menanyakan lebih detil khususnya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen untuk bisa menjelaskan bagaimana nanti mekanismenya jika harus mempelajari bahasa asing.

Karena kita juga mengingat bahwa bukan hanya bahasa Prancis tetapi ketika bertemu dengan Presiden Brasil, Presiden Prabowo Subianto sempat menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa Portugis juga menjadi salah satu hal yang penting. Dengan demikian kebijakan yang diambil ini diharapkan bisa benar-benar memiliki dasar perencanaan yang kuat dan memberikan manfaat bagi peserta didik atau masyarakat dan anak-anak di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Florida Negara Bagian AS Menggugat OpenAI terkait Risiko Keamanan Anak
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Presiden Prabowo Singgung Ekspor Tambang-Sawit 1 Pintu: Agar Kekayaan Bangsa Tak Terus Bocor
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Mengenal 3 Tokoh yang Membentuk Dasar Negara Indonesia
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kualitas Udara Tangerang Terburuk Pagi Ini, Rentan Bagi Ibu Hamil hingga Anak
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kronologi Vendor Tangsel Kena Tipu Rp 65 Juta: Kursi Disewa untuk Acara MBG, Malah Dijual ke Depok
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.