Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah besar terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu atas eskalasi militer Zionis di Lebanon, demikian dilaporkan Axios pada Senin (1/6/2026). Mengutip dua pejabat AS dan sumber ketiga yang mengetahui informasi ini, Trump dilaporkan menyebut Netanyahu sebagai “orang gila”.

Kemarahan Trump diduga karena Netanyahu dianggap membahayakan negosiasi AS dengan Iran akibat aksi Israel di Lebanon. Trump menuntut agar Israel menghentikan serangan yang direncanakan terhadap Beirut, dalam apa yang digambarkan Axios sebagai salah satu percakapan telepon terburuk antara kedua pemimpin tersebut sejak Trump kembali menjabat.

“Kamu benar-benar gila. Kamu akan dipenjara jika bukan karena aku. Aku menyelamatkanmu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini,” seorang pejabat meringkas pernyataan Trump kepada Netanyahu. Sumber kedua yang diberi tahu tentang percakapan telepon tersebut mengatakan Trump “marah” dan berteriak kepada Netanyahu: “Apa yang kamu lakukan?”

Baca Juga :
Iran Hentikan Seluruh Negosiasi dengan AS, Ancam Tutup Total Selat Hormuz

Presiden AS dilaporkan menekankan hak Israel untuk membela diri, tetapi menyampaikan kekhawatiran bahwa Netanyahu telah meningkatkan eskalasi secara tidak proporsional dalam beberapa hari terakhir, dengan meningkatnya korban sipil dan seluruh bangunan dihancurkan untuk menargetkan komandan Hizbullah tertentu.

Israel telah mengintensifkan kampanye pengebomannya di Lebanon dalam beberapa hari terakhir, terhadap apa yang mereka sebut sebagai target Hizbullah. Militer Israel telah bergerak lebih dalam ke selatan negara itu, merebut Kastil Beaufort, benteng Tentara Salib berusia 900 tahun dan titik strategis utama di wilayah tersebut.

Teheran telah mengancam akan menghentikan pembicaraan dengan AS, karena memorandum yang sedang dinegosiasikan dengan Washington secara eksplisit menyerukan penghentian permusuhan di Lebanon. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri dan memperingatkan bahwa respons Teheran dapat melampaui penghentian negosiasi.

Baca Juga :
AS-Iran Saling Serang, Situs Radar hingga Pangkalan Militer Dibombardir

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tetangga RI Ini Selangkah Lagi Punya Jalur MRT Bawah Tanah Terpanjang
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Pastikan Program MBG Tepat Sasaran, BGN Perkuat Validasi Data Penerima Manfaat
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Rusia Sebut Pencegatan Kapal Tanker Tagor oleh Prancis di Atlantik sebagai Tindakan Ilegal
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Momen Hari Lahir Pancasila, Atlet Indonesia Harumkan Nama Bangsa di Ajang Internasional Thai Martial Art Asian Games 2026 di Sri Lanka
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekonomi Kaltim Tumbuh Pelan, Tetangga Melaju Kencang di Kuartal Awal 2026
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.