IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Investor Pilih Pindahkan Dana ke Aset Aman

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam hingga 4,94 persen pada perdagangan sesi pertama Rabu (3/6/2026) akibat investor mengurangi kepemilikan aset berisiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi.

IHSG tercatat turun 305,94 poin ke level 5.889,48 berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan tekanan terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot dominan terhadap pergerakan indeks.

“Tekanan terjadi cukup merata, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot dominan terhadap indeks, sehingga penurunannya berdampak signifikan terhadap IHSG,” ujarnya.

Pelemahan Rupiah Picu Kekhawatiran Investor

Elandry menjelaskan salah satu faktor utama yang membebani pasar saham domestik adalah pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

Menurutnya, kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi makro dan potensi keluarnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia.

Selain itu, faktor teknikal akibat penembusan level support turut mempercepat aksi jual yang terjadi di pasar saham.

“Selain itu, tekanan teknikal akibat penembusan level support juga mempercepat aksi jual di pasar,” katanya.

Investor Asing Masih Tunggu Kepastian

Dari faktor eksternal, meningkatnya ketidakpastian ekonomi global mendorong munculnya sentimen risk-off yang membuat investor lebih memilih aset yang dianggap aman.

Elandry menilai investor asing saat ini masih berada dalam posisi wait and see sambil mencermati pergerakan rupiah, arah suku bunga global, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Namun sejauh ini, saya melihat lebih banyak aksi pengurangan risiko jangka pendek dibanding perubahan pandangan fundamental terhadap pasar Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.

Meski demikian, ia melihat peluang technical rebound masih terbuka setelah koreksi yang cukup dalam apabila tekanan jual mulai mereda dan arus dana asing menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Ia juga mengingatkan investor untuk tetap fokus pada saham yang memiliki fundamental kuat dan menerapkan manajemen risiko secara disiplin di tengah tingginya volatilitas pasar.

Pada sesi pertama perdagangan, frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,79 juta kali dengan volume perdagangan 26,37 miliar saham senilai Rp14,89 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK OTT Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Barbuk Kendaraan hingga Emas Disita
• 2 jam laludisway.id
thumb
Profil Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko Dikepung Tiga Benua
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Profil Agustina Arumsari yang Ditunjuk Jadi Wakil Kepala BGN, Birokrat Karir yang Tumbuh dari BPKP
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Hilman Latief Bantah Terima Uang Kasus Korupsi Haji, KPK Temukan Fakta Lain
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kuasa Hukum Minta Hakim Bebaskan Nadiem dari Seluruh Dakwaan JPU
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.