Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkapkan seorang influencer atau selebgram berinisial APG menggunakan gas N2O merek Whip Pink untuk mencari sensasi fly. Fly atau Ngefly adalah istilah slang yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi euforia atau perasaan melayang akibat pengaruh zat tertentu.
“Benar, dugaannya untuk mencari sensasi. Sensasi fly," kata Kanit Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, AKBP Al Rasyidin Fajri, saat dikonfirmasi, di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 4 Juni 2026.
Fajri mengatakan dengan menggunakan produk Whip Pink, AFG merasakan efek-efek tertentu seperti merasakan ketenangan dan sensasi kebahagiaan. Informasi itu diperoleh penyidik setelah memeriksa APG sebagai saksi dalam pengembangan kasus produsen Whip Pink.
Dalam pemeriksaan, kata Fajri, APG mengaku menggunakan Whip Pink sejak September 2025. Kemudian, dia berhenti mengonsumsi gas N20 itu pada Januari 2026.
"APG juga mengaku sudah membeli Whip Pink sebanyak 15 kali dan ia mengaku mendapatkan efek euforia (fly) pada saat menggunakan produk tersebut,” ujar Fajri.
Dia mengatakan pemeriksaan konsumen sebagai saksi untuk mendalami efek penggunaan Whip Pink kepada seseorang.
Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, AKBP Al Rasyidin Fajri. Foto- Metrotvnews/Muhammad Iqbal Sidiq
Sebelumnya, Dittippidnarkoba Bareskrim Polri memanggil lima saksi dalam pengembangan kasus produsen gas N2O merek Whip Pink. Mereka ialah RV (29, Jakarta Utara), AM (29, Tangerang), CD (29, Jakarta), APG (21, Makassar), dan ZNM (20, Makassar).
Pada April 2026, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membongkar keberadaan pabrik yang memproduksi gas N2O merek Whip Pink di Jakarta. Dari hasil interogasi, sembilan saksi yang ditangkap, PT SSS selaku produsen belum memiliki legalitas dan izin edar BPOM terkait produksi dan penjualan produk gas N2O Whip Pink.
Whip Pink adalah merek tabung gas kecil yang berisi nitrous oxide atau dinitrogen oksida (N2O), yang dikenal juga sebagai gas tertawa. Gudang Whip Pink berada di 10 kota dengan jumlah 16 titik gudang mulai dari Jakarta, DI Yogyakarta, hingga Lombok.




