JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menanggapi kritik eks Duta Besar RI untuk AS Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Sugiono mengaku belum melihat keterangan Dino yang diunggah di media sosial pada Sabtu (30/5/2026). Namun, pada prinsipnya, Sugiono menyebut pemerintah menyambut setiap kritik dan saran yang dikirimkan.
Baca Juga: 3 Pimpinan BGN Terjerat Kasus, Bakom RI Ungkap Prabowo Sempat Beri Instruksi Ini ke Kepala KSP
Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyarankan agar Prabowo mengurangi intensitas kunjungan ke luar negeri. Dino menilai, Prabowo juga dapat melakukan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain dengan memanfaatkan komunikasi virtual.
Sugiono menyebut Prabowo memerlukan pertemuan langsung agar diplomasi bisa berjalan maksimal. Menurutnya, pertemuan bilateral yang digelar secara langsung berbeda dengan virtual.
"Kita juga kalau cuma telepon-telepon aja kan beda sama ketemu langsung kan kita bisa melihat bahasa tubuh ada kedekatan personal dari situ kita bisa berbicara mengenai hal yang lebih banyak," kata Sugiono dilaporkan tim liputan KompasTV, Rabu (3/6/2026).
Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, Prabowo aktif ke luar negeri sebagai wujud bahwa Indonesia aktif dalam pergaulan masyarakat internasional. Menurutnya, situasi dunia yang penuh konflik pun membuat Prabowo perlu aktif berdiplomasi.
"Sejak awal presiden juga menyampaikan bahwa kita adalah negara yang netral, beliau selalu mengatakan seribu kawan terlalu sedikit satu musuh terlalu banyak," kata Sugiono.
"Implementasinya atau konsekuensinya dari ini adalah ya itu tadi, kita harus hadir di banyak tempat kita harus berkawan dengan semuanya istilahnya kan kita harus gaul dan semua itu direncanakan dengan baik."
Baca Juga: Dasco Tanggapi Cuitan Anies Baswedan soal Kritikan Dino Patti Djalal
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- dino pattti djalal
- dino patti kritik prabowo
- sugiono
- prabowo subianto
- kunjungan luar negeri prabowo





