VIVA – Timnas Indonesia akan menghadapi ujian penting saat menjamu Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 5 Juni 2026. Meski bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, skuad Garuda datang dengan status tim yang secara peringkat masih tertinggal jauh dari lawannya.
Berdasarkan ranking FIFA terbaru, Oman saat ini menempati posisi ke-79 dunia. Sementara Timnas Indonesia berada di peringkat ke-122.
Artinya, terdapat selisih 43 peringkat antara kedua negara.
Di atas kertas, posisi tersebut membuat Oman lebih diunggulkan. Dalam beberapa tahun terakhir, tim asal Timur Tengah itu memang tampil lebih konsisten di level internasional dan menjadi salah satu kekuatan yang cukup diperhitungkan di Asia.
Namun, jika melihat perjalanan kedua tim menuju Piala Dunia 2026, jarak kualitas keduanya tidak lagi terlalu mencolok.
Indonesia dan Oman sama-sama berhasil melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia sebelum akhirnya gagal melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya.
Oman harus puas menjadi juru kunci Grup A setelah kalah dari Uni Emirat Arab dan bermain imbang melawan Qatar.
Nasib serupa dialami Timnas Indonesia. Skuad Garuda juga finis di dasar klasemen Grup B usai menelan kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa kedua tim sebenarnya berada pada level persaingan yang relatif setara di kawasan Asia, meskipun ranking FIFA masih memisahkan mereka cukup jauh.
Karena itu, duel di GBK nanti diprediksi berlangsung sengit.
Bagi Timnas Indonesia, pertandingan ini juga menjadi kesempatan untuk membuktikan perkembangan yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir.
Apalagi, catatan pertemuan kedua tim masih berpihak kepada Oman.
Dari lima pertemuan sebelumnya, Oman berhasil mengamankan tiga kemenangan. Sementara Indonesia hanya mampu meraih dua kemenangan.
Meski demikian, optimisme tetap menyelimuti kubu Garuda. Pelatih John Herdman percaya anak asuhnya mampu memberikan kejutan dan mengamankan kemenangan di hadapan publik sendiri.
Dukungan puluhan ribu suporter yang diperkirakan memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno juga bisa menjadi senjata tambahan bagi Indonesia untuk meredam keunggulan ranking yang dimiliki Oman.





