Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari ini kembali mengalami kenaikan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 10 Juni 2026, IHSG berada di posisi 5.744,059.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 10.09 WIB, IHSG sempat turun sebelum akhirnya bangkit dan menguat sebanyak 147,425 poin setara 2,57 persen ke level 5.894,073.
Adapun sebanyak 549 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 139 saham lainnya melemah dan 120 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 10.09 WIB sebanyak Rp11,660 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 16,995 miliar saham.
Baca juga: Rencana Buyback Himbara dan Kenaikan BI-Rate Dorong IHSG Menguat 7,57%
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Berpotensi menguat hingga balik ke level 6.000
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi tes support di level 5.600. Jika kuat bertahan di level tersebut, dapat melanjutkan kenaikan dengan target di level 5.800-6.000.
"Diperkirakan support IHSG di level 5.450-5.600 dan resist IHSG pada level 5.800-5.950," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
Adapun, IHSG pada perdagangan kemarin, Selasa, 9 Juni 2026, ditutup naik sebanyak 7,57 persen, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp2,59 triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, TPIA, dan AMMN.
Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026. Indeks S&P 500 turun 0,26 persen dan Nasdaq Composite melemah 0,97 persen. Sedangkan, Dow Jones naik 0,17 persen.
Di sisi lain, bursa saham Asia rebound pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, didorong kenaikan saham-saham teknologi dan semikonduktor setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 2,2 persen dan Topix menguat 1,1 persen.
Sementara indeks Kospi Korea Selatan mencatat kenaikan tertinggi, dengan melonjak 8,2 persen dan Kosdaq melesat 6,2 persen. Sedangkan, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,2 persen dan Hang Seng Hong Kong turun 0,4 persen.




