Gelombang kerusuhan anti-imigran melanda Belfast, Irlandia Utara, pada Selasa (9/6/2026) malam setelah seorang warga negara Sudan didakwa atas kasus penusukan yang menyebabkan seorang pria mengalami luka serius.
Ratusan pengunjuk rasa, banyak di antaranya mengenakan penutup wajah, turun ke jalan di sejumlah lokasi di Belfast. Mereka menyerang polisi, merusak properti, dan membakar kendaraan setelah video penusukan yang terjadi pada Senin malam viral di media sosial.
Dikutip dari Reuters, Menteri Pertama Irlandia Utara, Michelle O'Neill, mengecam keras aksi tersebut. Ia menyebut pembakaran rumah-rumah warga oleh kelompok pria bertopeng sebagai tindakan pengecut yang tidak dapat dibenarkan.
Di tengah meningkatnya ketegangan terkait isu imigrasi di Inggris, insiden tersebut memicu kemarahan sejumlah kelompok yang menilai kebijakan suaka telah memungkinkan individu berbahaya masuk ke negara tersebut.





