REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Serangan terkini Amerika Serikat ke wilayah Iran dilaporkan menghancurkan sedikitnya dua menara air yang krusial bagi kehidupan puluhan ribu warga. Menyerang fasilitas penting bagi warga sipil seperti itu termasuk dalam salah satu kejahatan perang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menuduh militer AS “sengaja” menyerang infrastruktur air sipil di Sirik, sebuah kota pelabuhan di provinsi Hormozgan, Iran selatan. Serangan itu menghancurkan dua waduk yang memasok air minum ke lebih dari 20.000 penduduk di 10 desa, tulis Baghaei dalam postingan media sosial.
- Pesawat F-16 Milik AS 'Kabur' Usai Dirudal Pertahanan Udara Iran
- BREAKING NEWS: Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz
- BREAKING NEWS: AS Kembali Bombardir Iran
“Ini bukan kerusakan sampingan – ini adalah kejahatan perang yang diperhitungkan dan merupakan pelanggaran mencolok terhadap hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional,” katanya. “AS harus bertanggung jawab atas serangan brutal sistematis terhadap infrastruktur pendukung kehidupan warga sipil.”
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan serangan AS, yang mengenai sasaran termasuk Sirik, Jask, Minab, Pulau Qeshm dan pelabuhan Bandar Abbas, telah menyebabkan kerusakan besar pada menara telekomunikasi di kota Sirik dan menghancurkan dua reservoir air di sana.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Kantor berita Iran West Asia News Agency (WANA) melaporkan pada Rabu, mengutip “laporan yang tersedia”, bahwa dua waduk beton penyimpanan air di distrik Bamani di Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, di Iran selatan, 1.012 km dari ibu kota, Teheran, telah terkena serangan AS. IRGC mengklaim serangan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait dan Yordania sebagai pembalasan serangan itu.
Waduk yang terkena dampak menyediakan air minum bagi lebih dari 20.000 warga di kota Kouhestak dan 10 desa sekitarnya. WANA melaporkan perkiraan awal kerugian sebesar 780.000 dolar AS hingga 830.000 dolar AS.
Water is the pulse of life — and the U.S. is deliberately targetting the lifeblood of the Iranian people.
As part of its aggression against Iran, the U.S. military has deliberately struck vital civilian water infrastructure in Sirik, Hormozgan, destroying two reservoirs with a… pic.twitter.com/mvdYGvnSyq — Esmaeil Baqaei (IRIMFA_SPOX) June 10, 2026Iran sudah menghadapi kekeringan selama bertahun-tahun dan penurunan curah hujan sebelum perang AS-Israel melawan Iran dimulai. Setelah bertahun-tahun menerapkan praktik pertanian yang buruk dan salah urus, pasokan air utama Iran, termasuk waduk, sungai, dan cadangan air tanah, terus mengering.
Menurut data Aqueduct dari World Resources Institute, yang melacak risiko air global, kekurangan air di Iran tergolong “sangat tinggi” – yang berarti negara tersebut menggunakan lebih dari 80 persen sumber daya air terbarukan setiap tahunnya.




