Sistem pengolahan sampah di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah di Wukirsari, Imogiri, disebut bisa mengolah sampah plastik menjadi petasol. Petasol merupakan bahan bakar minyak (BBM) alternatif pengganti solar.
Pengolahan sampah ini memanfaatkan teknologi mesin pirolisis fastpol yang diluncurkan langsung oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, di Pendopo Puroloyo Yogyakarta, Wukirsari, Imogiri, pada Selasa (9/6) kemarin.
Mesin ini menggunakan teknologi pirolisis fastpol.
Dengan adanya teknologi ini, Halim berharap agar sampah plastik nantinya tidak lagi dikirim ke TPST.
“Dengan adanya teknologi ini, kita berharap sampah plastik tidak perlu lagi dikirim ke TPST, tetapi bisa diolah menjadi bahan bakar petasol sebagai pengganti solar dengan kualitas yang lebih baik,” ujar Halim dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul, Selasa (9/6).
Peluncuran mesin pirolisis ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Bantul, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pertamina Foundation, perguruan tinggi, komunitas, serta masyarakat.
“Harapannya dapat menjadi contoh bagaimana inovasi teknologi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat,” ujar Halim.
Halim juga mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, sekitar 31 persen dari tumpukan sampah di Bantul merupakan sampah plastik. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah plastik tersebut menjadi energi yang bermanfaat.





