PTBA Siap Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Yield Capai 4,33 Persen

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PTBA akan membagikan dividen sebesar Rp1,32 triliun atau 45 persen dari total laba bersih 2025 yang mencapai Rp2,93 triliun atau setara Rp114 per saham.

PTBA Siap Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Yield Capai 4,33 Persen. (Foto: Dok. PTBA)

IDXChannel - PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA  menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,32 triliun atau 45 persen dari total laba bersih 2025 sebesar Rp2,93 triliun.

Jumlah dividen itu setara Rp114 per saham. Adapun dividen field mencapai 4,33 persen jika berdasarkan harga saham PTBA pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026) sebesar Rp2.640 per saham.

Baca Juga:
PTBA Targetkan PLTU Mempawah Mulai Pengerjaan Fisik di 2027

Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp1,61 triliun atau 55 persen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis perseroan.

Dalam RUPST itu, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta Pengesahan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2025.

Baca Juga:
PTBA Targetkan Produksi Batu Bara Ombilin Dimulai Akhir 2026, Cadangan Capai 102 Juta Ton

Agenda mata acara RUPST lainnya termasuk pemegang saham menetapkan Gaji/Honorarium berikut Fasilitas dan Tunjangan Tahun Buku 2026, serta Remunerasi atas Kinerja Tahun Buku 2025 bagi Pengurus Perseroan, dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

RUPST juga menyetujui Penetapan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program PUMK untuk Tahun Buku 2026.

Baca Juga:
Laba Bersih PTBA Melejit 104,81 Persen di Kuartal I-2026

Selanjutnya, pemegang saham menyetujui pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta perubahannya dari RUPS kepada pihak yang ditunjuk sesuai ketentuan yang berlaku.

RUPST turut menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025, hal ini sebagai langkah penyesuaian terhadap kebutuhan bisnis, perkembangan regulasi, serta penguatan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, mengatakan bahwa seluruh keputusan yang dihasilkan dalam RUPST mencerminkan komitmen perseroan untuk menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham, penguatan struktur permodalan, dan keberlanjutan pengembangan usaha.

"Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Eko dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut didukung oleh penjualan ekspor yang berkontribusi sebesar 46 persen dan domestik sebesar 54 persen. Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA yaitu Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan pada 31 Desember 2025 mencapai Rp43,92 triliun, meningkat 5 persen dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp41,79 triliun. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan aset tidak lancar sebesar 12 persen atau sekitar Rp3,12 triliun.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukung Program MBG, Kornas Pemuda Timur Minta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan dan Jaga Transparansi
• 9 jam laluberitajatim.com
thumb
Huawei Luncurkan Program "AHEAD", Bangun Ekosistem Baru yang Saling Menguntungkan bagi Sektor Pendidikan dan Layanan Kesehatan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Sempat Menguat, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.988 per USD
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Polres Bogor Kerahkan K-9, Cari Anjing Pemburu yang Lepas di Jasinga
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Misbakhun: DPR Kawal Mitigasi Dampak Kenaikan Pertamax Terhadap Daya Beli Masyarakat
• 20 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.