Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis bedah saraf subspesialis bedah saraf neurovaskular Dr. dr. Mardjono Tjahjadi menyampaikan sakit kepala berat yang secara konsisten muncul pada pagi hari bisa menjadi salah satu gejala tumor otak.
"Sakit kepalanya konsisten timbul paling berat pada saat bangun tidur pagi. Setelah bangun tidur pagi, biasanya masih tetap ada sakit kepala, tapi, enggak seberat yang pagi-pagi. Kalau ada keluhan sakit kepala yang seperti itu, sebaiknya periksakan,” kata lulusan spesialis bedah saraf di Universitas Padjadjaran yang akrab disapa Joy saat sebuah acara temu media di Jakarta, Kamis.
Keluhan sakit kepala yang konsisten muncul pada pagi hari dipengaruhi oleh posisi tubuh selama tidur di malam hari. Saat tidur dalam posisi rebah atau telentang, efek gravitasi terhadap aliran darah dan cairan otak bersifat lebih lama sehingga tekanan otak jadi lebih meningkat.
Baca juga: Cara terhindar dari migrain ketika cuaca panas
Selain itu, pada saat tertidur, napas akan tenang dan lambat. Napas yang lambat itu akan menyebabkan pelebaran pembuluh otak sehingga menyebabkan tambahan tekanan di dalam otak.
Joy mengatakan sakit kepala yang bisa jadi gejala tumor otak itu kronik progresif.
Kronik berarti keluhan telah berlangsung selama berbulan-bulan dan meskipun intensitasnya naik-turun, sakit kepala itu tetap ada. Progresif berarti semakin hari, rasa sakit semakin berat.
“Jadi, kalau ada sakit kepala yang kronik progresif, itu harus dicurigai. Kemudian, sakit kepalanya itu sifatnya bukan kayak ditusuk jarum, tapi, seperti tertekan. Sakit kepala itu jadi kayak tumpul, sakit semua, kayak dicengkeram,” ujar Joy.
Gejala tumor otak, kata Joy, dapat bervariasi, bergantung kepada ukuran, lokasi dan seberapa cepat tumor tumbuh. Pada umumnya, gejala tumor otak juga meliputi gangguan perilaku, kejang mendadak, sulit bicara, mual atau muntah, hingga gangguan penglihatan dan pendengaran.
Joy menambahkan bahwa penyebab tumor otak belum diketahui. Ia merupakan pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak yang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala, serta menimbulkan berbagai keluhan dan masalah kesehatan.
Baca juga: Sakit kepala seperti tersambar petir patut diwaspadai
Baca juga: Peneliti Australia ungkap alasan beberapa bagian otak rentan tumor
Baca juga: Ahli jelaskan perbedaan Trigliserida dan LDL tinggi
Baca juga: Waspadai sakit kepala yang bisa jadi tanda kejang
"Sakit kepalanya konsisten timbul paling berat pada saat bangun tidur pagi. Setelah bangun tidur pagi, biasanya masih tetap ada sakit kepala, tapi, enggak seberat yang pagi-pagi. Kalau ada keluhan sakit kepala yang seperti itu, sebaiknya periksakan,” kata lulusan spesialis bedah saraf di Universitas Padjadjaran yang akrab disapa Joy saat sebuah acara temu media di Jakarta, Kamis.
Keluhan sakit kepala yang konsisten muncul pada pagi hari dipengaruhi oleh posisi tubuh selama tidur di malam hari. Saat tidur dalam posisi rebah atau telentang, efek gravitasi terhadap aliran darah dan cairan otak bersifat lebih lama sehingga tekanan otak jadi lebih meningkat.
Baca juga: Cara terhindar dari migrain ketika cuaca panas
Selain itu, pada saat tertidur, napas akan tenang dan lambat. Napas yang lambat itu akan menyebabkan pelebaran pembuluh otak sehingga menyebabkan tambahan tekanan di dalam otak.
Joy mengatakan sakit kepala yang bisa jadi gejala tumor otak itu kronik progresif.
Kronik berarti keluhan telah berlangsung selama berbulan-bulan dan meskipun intensitasnya naik-turun, sakit kepala itu tetap ada. Progresif berarti semakin hari, rasa sakit semakin berat.
“Jadi, kalau ada sakit kepala yang kronik progresif, itu harus dicurigai. Kemudian, sakit kepalanya itu sifatnya bukan kayak ditusuk jarum, tapi, seperti tertekan. Sakit kepala itu jadi kayak tumpul, sakit semua, kayak dicengkeram,” ujar Joy.
Gejala tumor otak, kata Joy, dapat bervariasi, bergantung kepada ukuran, lokasi dan seberapa cepat tumor tumbuh. Pada umumnya, gejala tumor otak juga meliputi gangguan perilaku, kejang mendadak, sulit bicara, mual atau muntah, hingga gangguan penglihatan dan pendengaran.
Joy menambahkan bahwa penyebab tumor otak belum diketahui. Ia merupakan pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak yang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala, serta menimbulkan berbagai keluhan dan masalah kesehatan.
Baca juga: Sakit kepala seperti tersambar petir patut diwaspadai
Baca juga: Peneliti Australia ungkap alasan beberapa bagian otak rentan tumor
Baca juga: Ahli jelaskan perbedaan Trigliserida dan LDL tinggi
Baca juga: Waspadai sakit kepala yang bisa jadi tanda kejang





