Asing Berburu Bank dan Komoditas Saat IHSG Terkoreksi

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah, usai melonjak tajam hari beruntun. Indeks ditutup turun 0,28% ke posisi 5.886,03 pada perdagangan (11/6/2026).

Terdapat sebanyak 265 saham menguat, 419 saham melemah, dan 131 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp22,27 triliun dengan volume perdagangan 33,65 miliar saham dalam 2,37 juta kali transaksi.

Sementara itu, asing mencatatkan penjualan bersih jumbo sebesar Rp252,65 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp260,61 miliar di pasar reguler. Selain itu, ada pula tercatat aksi beli oleh investor asing sebesar Rp8,95 miliar di pasar negosiasi dan tunai.


Saham perbankan menjadi tujuan utama aliran dana asing. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin daftar dengan nilai beli bersih mencapai Rp387,96 miliar. Asing juga memborong saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp36,41 miliar.

Di luar sektor perbankan, minat asing juga terlihat pada saham-saham yang memiliki eksposur terhadap pemulihan ekonomi domestik dan siklus komoditas. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi incaran dengan net buy Rp97,18 miliar, disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp72,76 miliar.

Dari sektor pertambangan dan energi, investor asing turut mengoleksi PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), hingga PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR). Aksi ini mencerminkan masih kuatnya minat terhadap saham berbasis sumber daya alam di tengah pergerakan harga komoditas global yang relatif solid.

Baca: Astra (ASII) Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp8 T

Dengan begitu, apa saja saham yang kompak masuk keranjang beli asing? Mengutip Stockbit, berikut 10 saham net foreign buy perdagangan Kamis!

  1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp387,96 miliar
  2. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp97,18 miliar
  3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp72,76 miliar
  4. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) - Rp58,48 miliar
  5. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp55,89 miliar
  6. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp36,41 miliar
  7. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp28,69 miliar
  8. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp18,33 miliar
  9. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) - Rp12,31 miliar
  10. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) - Rp11,04 miliar


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rupiah Dekati Level Rp 18.000 per USD & IHSG Terus Melemah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta-Fakta Anak 6 Tahun Dirundung hingga Tersetrum, Korban Dimintai Uang-Keluarga Lapor Polisi
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendagri Bentuk Forum Reboan Dengarkan Keluhan Kepala Daerah, 61 Persen Curhat Efisiensi Anggaran
• 17 jam laludisway.id
thumb
Dirjen Otda Kemendagri Ungkap Beratnya Jadi Kepala Daerah: Serangan Politik hingga Tekanan Fiskal
• 18 jam laludisway.id
thumb
BEM UI Demo di Bundaran HI 12 Juni Besok, Minta Maaf Bakal Macet
• 11 jam laludetik.com
thumb
PT DSI Disebut Murni Jadi Perantara Ekspor, Bukan Trading House
• 14 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.