Cirebon Sulit Tarik Investasi Teknologi Tinggi, Ini Penyebabnya

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON — Harapan Kabupaten Cirebon untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri modern di kawasan timur Jawa Barat masih menghadapi tantangan besar.

Meski arus investasi terus masuk dan ribuan tenaga kerja terserap setiap tahun, struktur industri di daerah ini dinilai belum mengalami transformasi signifikan.

Selama dua dekade terakhir, daya tarik utama Cirebon bagi investor masih bertumpu pada ketersediaan tenaga kerja berbiaya rendah, sehingga investasi yang berkembang didominasi sektor padat karya.

Kondisi tersebut membuat industri tekstil, garmen, furnitur, serta sejumlah manufaktur berorientasi ekspor menjadi sektor yang paling banyak berkembang.

Sementara itu, industri berbasis teknologi tinggi yang membutuhkan tenaga kerja terampil, riset, dan inovasi masih belum menunjukkan kehadiran yang berarti.

Pengamat ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai pola pembangunan industri di Kabupaten Cirebon belum bergerak jauh dari model lama yang mengandalkan biaya produksi murah.

Baca Juga

  • Serikat Buruh Jabar Tolak THR Kena Pajak
  • UMK Kabupaten Cirebon 2026 Rp2,88 Juta, Buruh Mengeluh Masih Dibayar di Bawah Aturan
  • Dolar Melonjak, Industri Rotan Cirebon Kehilangan Separuh Pasar Ekspor

Menurut dia, strategi tersebut memang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar, tetapi memiliki keterbatasan untuk mendorong peningkatan kualitas ekonomi daerah.

"Selama ini keunggulan yang dijual masih tenaga kerja murah. Akibatnya investor yang datang sebagian besar bergerak di sektor padat karya. Industri teknologi tinggi yang membutuhkan SDM terampil belum melihat Cirebon sebagai lokasi yang menarik,” kata Acuviarta dikutip pada Kamis (12/6/2026).

Ia menilai ketergantungan terhadap sektor padat karya membuat perekonomian daerah rentan terhadap perubahan kondisi global.

Ketika permintaan pasar internasional menurun, perusahaan dapat mengurangi produksi bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja yang berdampak langsung pada masyarakat.

Menurut Acuviarta, Kabupaten Cirebon sebenarnya memiliki posisi yang cukup strategis. Lokasinya berada di jalur utama Pantai Utara Jawa dan dekat dengan berbagai proyek infrastruktur besar, seperti bandara dan pelabuhan.

Namun, keunggulan geografis tersebut belum cukup untuk menarik investasi berteknologi tinggi.

Pemerintah Kabupaten Cirebon mengakui kualitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan dalam upaya menarik investasi yang lebih maju.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cirebon, Hilmi Rivai, mengatakan sebagian besar tenaga kerja lokal masih didominasi lulusan pendidikan menengah.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan industri yang memerlukan operator mesin presisi, teknisi, maupun tenaga berbasis teknologi belum dapat terpenuhi secara optimal.

"Kami harus realistis. Industri padat modal dan teknologi membutuhkan kompetensi tertentu. Sementara kondisi tenaga kerja yang tersedia saat ini masih banyak yang sesuai dengan kebutuhan industri padat karya," ujarnya.

Selain faktor SDM, kesiapan infrastruktur penunjang industri juga dinilai belum sekuat kawasan industri besar di Jawa Barat. Ketersediaan kawasan industri modern, dukungan utilitas, serta ekosistem industri yang terintegrasi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan investasi yang masuk tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena membuka kesempatan kerja dan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

"Yang terpenting saat ini adalah bagaimana investasi yang ada mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja," kata Imron.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melejit 3 Hari Beruntun, Ada Apa dengan Saham BCA?
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejagung Periksa Eks Waka BGN Sony Sanjaya Pekan Depan Terkait Pengajuan JC
• 9 jam laludetik.com
thumb
Massa Mahasiswa dan Aparat Duduk Bersama di Jalan MH Thamrin, Polisi Jelaskan Alasan Bundaran HI Disterilisasi
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Pusat Rehabilitasi Orangutan di Kaltim Diganggu Perambahan
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Pierre Gasly Rebut P3 di F1 GP Monako 2026, Klasemen Alpine Ikut Terdongkrak
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.