JAKARTA, KOMPAS.TV - MBG Watch menyarankan agar Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaannya.
Anggota Koalisi MBG Watch, Agus Sarwono, memandang hal penting yang harus dilakukan BGN setelah tiga mantan pimpinannya ditetapkan sebagai tersangka adalah menyetop sementara program MBG.
“Maka menjadi penting sebetulnya sejak peristiwa tiga pimpinan BGN ditangkap oleh atau ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, setop programnya, moratorium programnya, moratorium operasional dapurnya selama 30 hari, perbaiki dulu tata kelola,” kata dia dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Komnas HAM Desak Evaluasi Program MBG, Soroti Risiko Pelanggaran Hak Asasi | SAPA PAGI
“Bagaimana mungkin memperbaiki tata kelola kalau kemudian operasional dapur itu masih jalan. Jadi, kami enggak bisa menerima logika itu. Harusnya berhenti dulu.”
Sebab, kata dia, perlu ada pengecekan dari hulu sampai ke hilir terkait pelaksanaan MBG. Selain itu, perlu adanya audit investigasi terhadap program MBG.
“Kenapa? Karena dari hulu sampai hilir itu harus dicek. Harus dicek di mana titik loophole-nya dan seterusnya,” ujar Agus.
“Kedua, lakukan audit. Audit investigatif terhadap program Makan Bergizi Gratis yang dimulai sejak tanggal 6 Januari sampai dengan hari ini. Kira-kira begitu.”
Dalam dialog itu, ia juga menyampaikan bahwa sejak tahun lalu sejumlah pihak, termasuk sejumlah koalisi masyarakat sipil, sudah menyampaikan kesan utama terhadap program tersebut.
“Potensi pemborosan anggaran, risiko korupsi yang sangat besar, itu juga sudah kita ingatkan sejak tahun lalu,” tutur Agus.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- mbg watch
- mbg
- makan bergizi gratis
- bgn
- badan gizi nasional





