Pura Mangkunegaran menggelar Kirab Malam 1 Suro dengan mengelilingi benteng tembok Mangkunegaran, Selasa (16/6) malam.
Sejumlah tokoh mengikuti prosesi kirab ini, di antaramya putra Presiden Prabowo Didit Hediprasetyo, ibu Didit yang juga Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto, Anggota DPR RI Bambang Wuryanto, hingga Wamen Kebudayaan Giring Ganesha.
Pantauan kumparan, kirab dimulai pukul 20.00 WIB, dengan ditandai keluarnya enam pusaka. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X atau Gusti Bhre melepas ribuan peserta kirab.
Cucu Presiden pertama Bung Karno, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara didaulat menjadi pemimpin kirab.
Setelah kirab selesai diberangkatkan. Warga pun berebut air Jamasan Pusaka di depan Pendhapi Mangkunegaran.
Ketua penyelenggara kirab pusaka malam 1 Sura Pura Mangkunegaran, GRaj Ancillasura Marina Sudjiwo, mengatakan kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran dihadiri sebanyak 10.000 orang tamu undangan dan diikuti 2.500 peserta.
Kirab pusaka dalem dimulai dari Pura Mangkunegaran ke Ngarsopuro (Jalan Diponegoro), lalu ke Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, Ngarsopuro (Jalan Diponegoro), hingga Pura Mangkunegaran.
“Total ada 2.500 peserta yang ikut menjadi peserta kirab. Kirab 1 Sura bukan merupakan tontonan dan bukan pula festival. 1 Sura adalah undangan untuk mulih (hadir), melepaskan dan menyambut tradisi adat Jawa,” kata Gusti Sura, Selasa (16/6).
Dia menegaskan, di peringatan malam 1 Sura ini, Pura Mangkunegaran telah menyiapkan seluruh rangkaian sebagai satu kesatuan.
Mulai dari santap sore sebagai ungkapan syukur di Pracima Tuin, kirab pusaka dalem yang berjalan tapa bisu mengelilingi tembok luar Pura, semedi di Pendhapa Ageng dan Dalem Ageng pada tengah malam, dan aktivitas meditasi di Pracima Tuin.
"Tanggal 1 Sura adalah malam yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai ruang hening. Waktu melepaskan yang telah lewat (Atita), hadir sepenuhnya di saat ini (Atiki) dan menyambut yang akan datang (Anagata)," kata dia.
Dia juga mengatakan, Pura Mangkunegaran mengundang 10.000 warga untuk hadir menyaksikan langsung prosesi kirab pusaka dalem malam 1 Sura.
“Masyarakat bisa berkumpul di halaman depan Pura Mangkunegaran atau Pemedan. Di tempat ini panitia akan menyediakan layar berukuran besar sehingga masyarakat bisa menyaksikan kirab malam 1 Sura secara langsung,” kata dia.
Dia menyebut yang membuat peringatan 1 Sura di Mangkunegaran unik dan lebih sakral dari tahun-tahun sebelumnya adalah rangkaian tirakatan sepanjang 24 jam yang berlangsung di tiga fase.
Gusti Sura, mengungkap rangkaian peringatan malam 1 Sura diakhiri dengan kegiatan meditasi pada 17 Juni 2026. Kegiatan ini dimulai dengan Laku Catur Sembah sebagai ritual penyambutan fajar.





