Dana Kelolaan Reksa Valas Manulife Tembus US$468 Juta, Investor Aktif Diversifikasi

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia mencatat dana kelolaan reksa dana berbasis dolar AS mencapai US$468 juta per April 2026. Tren pelemahan rupiah mendorong investor memperluas diversifikasi ke aset global.

Investment Specialist MAMI Dimas Ardhinugraha mengatakan pihaknya mengelola sejumlah produk reksa dana dolar AS, baik yang berinvestasi pada aset domestik (onshore) maupun pasar internasional (offshore).

Dia menyebut hingga akhir Mei 2026, kinerja reksa dana dolar AS menunjukkan dinamika yang beragam. Untuk reksa dana onshore berbasis obligasi dan saham, pasar masih menunggu momentum pembalikan yang lebih kuat. Sementara itu, reksa dana pasar uang dolar AS tetap menunjukkan stabilitas yang konsisten.

Di sisi lain, produk reksa dana offshore berbasis saham global mencatatkan kinerja yang lebih solid. Kinerja tersebut ditopang oleh penguatan sejumlah tema investasi global yang tengah menjadi perhatian investor dunia.

"Momentum positif masih datang dari sektor kecerdasan buatan atau AI, semikonduktor, hingga energi terbarukan yang terus berkembang dan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar global," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (16/6/2026).

Mengacu pada fund factsheet Desember 2025, baik reksa dana dolar AS onshore maupun offshore berhasil mencatatkan kinerja positif seiring kondisi pasar yang masih mendukung berbagai kelas aset. 

Baca Juga

  • Laku Keras Reksa Dana Valas
  • Rupiah Bergejolak, Investor Berburu Reksa Dana Dolar AS
  • MI Racik Ulang Portofolio Reksa Dana kala Yield SBN Melonjak

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi berbasis dolar AS tetap mampu memberikan nilai tambah bagi investor yang menginginkan diversifikasi portofolio.

Investor Semakin Aktif Diversifikasi

Di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah, MAMI melihat adanya kecenderungan investor untuk memperluas diversifikasi investasi, tidak hanya berdasarkan kelas aset tetapi juga mata uang dan wilayah geografis.

"Kami melihat investor semakin aktif mencari peluang diversifikasi, termasuk melalui produk yang memiliki eksposur ke pasar modal negara lain. Ini mencerminkan pendekatan investasi yang semakin matang, yaitu menyeimbangkan potensi pertumbuhan dan ketahanan portofolio secara keseluruhan," ujarnya.

Untuk prospek ke depan, MAMI menilai reksa dana berbasis dolar AS masih memiliki daya tarik, meski masing-masing kelas aset akan dipengaruhi sentimen yang berbeda.

Pada segmen reksa dana pendapatan tetap dolar AS onshore, pergerakan obligasi dolar domestik masih akan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi Indonesia, termasuk arah suku bunga, stabilitas fiskal, dan persepsi risiko terhadap Indonesia.

Meski ruang kenaikan harga obligasi dinilai masih terbatas dalam jangka pendek, instrumen tersebut tetap menarik sebagai bagian dari strategi investasi defensif berbasis dolar AS.

Sementara itu, reksa dana saham dolar AS onshore dinilai berpeluang memanfaatkan potensi rebound pasar saham Indonesia yang saat ini masih berlangsung secara selektif. Produk ini juga menawarkan keuntungan diversifikasi mata uang di tengah volatilitas rupiah.

Adapun untuk reksa dana saham dolar AS offshore, MAMI masih optimistis terhadap prospek pertumbuhan jangka menengah. Optimisme tersebut ditopang oleh tren struktural global yang terus berkembang, seperti kecerdasan buatan, industri semikonduktor, dan transisi energi.

"Investor global masih memberikan perhatian besar pada sektor-sektor inovatif dengan pertumbuhan tinggi. Meskipun volatilitas terkait suku bunga global dan geopolitik masih ada, arah pertumbuhan jangka menengah tetap didukung oleh peningkatan laba perusahaan dan siklus investasi di sektor-sektor tersebut," jelas Dimas.

Dalam strategi pengelolaan ke depan, MAMI akan mengedepankan pendekatan investasi aktif, khususnya pada reksa dana dolar AS yang berinvestasi di saham dan obligasi domestik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Bukan Titipan, Anjing Pomeranian yang Dilecehkan di Jakut Milik Dogs Ministry
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Perdana Warga Sleman Ikut Mubeng Beteng, Tampil Pakai Lurik
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Reorientasi MBG: Mendorong MBG Jadi Mesin Cuan Baru
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Mahalnya Biaya Pendidikan Perguruan Tinggi di Tengah Ekonomi Indonesia yang Lesu
• 31 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.