Dukung Program Prabowo Soal PMI, SOKSI-Kementerian P2MI Jalin Kolaborasi

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) menandatangi nota kesepahaman dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk mendukung upaya pemerintah melindungi dan memberdayakan PMI.

MoU itu diteken oleh Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun dan Menteri P2MI Mukhtarudin di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (17/6).

BACA JUGA: Pengadilan Tolak Gugatan Ali Wongso Lagi, Hadiah Tak Ternilai HUT SOKSI

Misbakhun dalam sambutannya menekankan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah demi para pahlawan devisa.

“SOKSI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program yang telah dijalankan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, khususnya para PMI,” kata Misbakhun dalam keterangannya.

BACA JUGA: Terima Bantuan Sapi Presiden, PB IKA PMII Salurkan 5.000 Paket Daging

Legislator Partai Golkar itu juga menambahkan bahwa MoU ini merupakan bagian dari membangun komunikasi efektif agar kebijakan pemerintah tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Memberikan dukungan bagaimana program-program bisa berjalan dengan baik dan disosialisasikan kepada masyarakat dengan baik pula,” ungkap Misbakhun.

BACA JUGA: PB PMII Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban untuk Warga dan Pengemudi Ojol

Melalui kerja sama ini, SOKSI yang merupakan elemen pendiri Partai Golkar itu berharap dapat berkontribusi memperkuat sosialisasi program-program pemerintah di bidang pelindungan pekerja migran, sekaligus membangun pemahaman yang lebih baik di tengah masyarakat terkait berbagai kebijakan yang telah dijalankan.

Legislator dari Daerah Pemilihan II Jawa Timur (Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo), itu menambahkan upaya membangun jembatan kerja sama SOKSI dan pemerintah ini demi mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita yang difokuskan pada pelindungan menyeluruh, peningkatan kesejahteraan, dan penciptaan tenaga kerja berketerampilan tinggi. 

“Tentunya upaya membangun jembatan kerja sama ini supaya masyarakat juga memahami apa yang sudah dijalankan pemerintah itu jangan disalahtafsirkan," ungkap ketua Komisi XI DPR RI itu. 

Adapun Mukhktarudin mengatakan bahwa kerja sama kementeriannya dengan SOKSI ini merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto tentang tata kelola PMI.

Menurut menteri asal Golkar itu, Presiden Prabowo menginstruksikan supaya negara memberikan pelindungan maksimal kepada pekerja migran sejak sebelum berangkat, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Tanah Air.

"Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat positioning kementerian dan pelayanan ke masyarakat, agar betul-betul bisa menciptakan migran aman, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju," imbuh Mukhtarudin.

Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun dan Menteri P2MI Mukhtarudin saat penandatangan MoU di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (17/6). Foto: Source for JPNN.com.

Menurut Mukhtarudin, saat ini pemerintah tengah mendorong perubahan paradigma penempatan tenaga kerja dari pekerja berkeahlian rendah menuju berketerampilan menengah hingga tinggi. "Jadi, sebenarnya pekerja migran Indonesia sekarang ini mayoritas sudah skilled workers dan formal. Ini sesuai dengan arahan Pak Presiden," ujar Mukhtarudin.

Dia mengatakan bahwa pekerja migran harus dipandang sebagai manusia yang membutuhkan perlindungan secara menyeluruh. Menurut dia, tidak semestinya PMI dipandang sekadar sebagai komoditas ekonomi.

"Pekerja migran ini manusia, bukan barang. Oleh karena itu, semua stakeholder harus terlibat dalam konteks bagaimana mempersiapkan pekerja migran di sisi hulunya, pengawasan, pelindungan, sampai pemberdayaan ketika mereka selesai bekerja di luar negeri," katanya.

Lebih lanjut Mukhtarudin mengatakan Kementerian P2MI juga membuka peluang bagi kader-kader SOKSI maupun masyarakat binaan organisasi tersebut yang ingin bekerja di luar negeri melalui jalur resmi. "Mungkin ada kader-kader SOKSI yang ingin bekerja di luar negeri, KP2MI siap menjadi jembatan memfasilitasi kader SOKSI atau masyarakat yang dibina oleh SOKSI," ungkapnya.

Adapun Misbakhun dalam kesempatan ini didampingi sejumlah pengurus Depinas SOKSI, antara lain, Puteri Komarudin (Sekjen), Iman Ariyadi (Ketua Harian), dan Dicky Loupatty (Wakil Ketua Umum Kiordinator Bidang Hubungan Kerja Sama Antarlembaga).

Hadir pula Ketum Wira Karya Indonesia Dewi Asmara, Ketum Krida Wanita Swadiri Indonesia Netty Marliza Komarudin, Ketum Fokusmaker Abrory Ben Barka, serta Sekretaris Eksekutif BKHAL Totok Prasetiyanto. (boy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejati Geledah Kantor Disdik Sulsel Terkait Dugaan Korupsi Perpustakaan Digital
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Diskusi di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Demokrasi Wajib Ada Dialog
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Mengenang Bertje Matulapelwa, Legenda Ambon yang Mengukir Momen Emas Bersejarah Timnas Indonesia
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Jakarta 500 Tahun: Antara Kota Global dan Akar Budaya Betawi
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Ruben Onsu Heran Biaya Balet Anak Rp22 Juta, Sarwendah Diam-diam Mark Up?
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.