Harga logam dasar melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani kesepakatan dengan Iran.
IDXChannel - Harga logam dasar melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani kesepakatan dengan Iran, yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan berkepanjangan serta dampaknya terhadap ekonomi global.
Kontrak berjangka tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 0,8 persen menjadi USD13.726 per ton. Sementara itu, harga aluminium melemah 0,5 persen menjadi USD3.406 per ton.
Tekanan terhadap logam industri juga datang dari prospek permintaan yang melemah akibat perlambatan aktivitas ekonomi di China, konsumen logam terbesar dunia.
Analis ANZ menyebut fundamental aluminium masih beragam, dengan peningkatan produksi China dan kenaikan stok yang mengimbangi risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
"Fundamental aluminium beragam, dengan kuatnya pasokan dari China dan kenaikan persediaan yang mengimbangi risiko pasokan dari Timur Tengah," kata analis ANZ, dikutip Dow Jones Newswires.
Sementara itu, pasar tembaga masih relatif lebih kuat karena didukung keterbatasan pasokan dari tambang dan konsentrat, serta permintaan pengisian kembali stok di China yang masih solid.
Penurunan harga tembaga menghapus sebagian kenaikan yang terjadi pada awal pekan.
Melansir Trading Economics, pelemahan terjadi setelah Rio Tinto kembali melanjutkan ekspor konsentrat tembaga dari tambang raksasanya, Oyu Tolgoi mine, setelah sempat terganggu oleh aksi protes.
Oyu Tolgoi merupakan salah satu tambang tembaga terbesar di dunia dan menjadi bagian penting dari strategi Rio Tinto untuk meningkatkan produksi logam yang berperan besar dalam elektrifikasi, transisi energi, serta meningkatnya kebutuhan pusat data.
Selain faktor pasokan, tembaga juga mendapat tekanan setelah Federal Reserve System mempertahankan suku bunga pada Rabu, namun memberikan sinyal bahwa dukungan terhadap kenaikan suku bunga dapat meningkat pada tahun ini.
Ekspektasi biaya pinjaman yang lebih tinggi kembali membayangi prospek pertumbuhan ekonomi global dan permintaan terhadap logam industri.
Di sisi lain, AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara yang diperkirakan membuka jalan bagi kembali beroperasinya Strait of Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global.
Perkembangan tersebut turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan akibat konflik di kawasan Timur Tengah. (Aldo Fernando)





