JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah memutuskan untuk terus melanjutkan program makan bergizi gratis (MBG).
Keputusan ini sebagaimana pernyataan yang disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari.
"MBG tidak bisa diminta langsung berhenti. Karena itu adalah visi-visi dan kontrak politiknya Pak Prabowo. Presiden Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan, (program tersebut) tidak bisa diberhentikan," ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Ketua Departemen Kajian Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Namora Siahaan menanggapi pernyataan tersebut.
Tanggapannya disampaikan dalam program Kompas Petang KompasTV, Kamis (18/6/2026).
Mahasiswa UI itu menekankan perlunya peninjauan kembali nilai dari kata "kontrak politik" di dalam penentuan suatu kebijakan publik.
Baca Juga: BGN Hentikan MBG Saat Libur Sekolah, Klaim Hemat Rp3 Triliun! 76 Sekolah Bakal Dicoret dari Penerima
Ia menyebut, kebijakan publik yang baik, harus baik juga dari segi perencanaan, konsep, tujuan, dan tata kelola.
Namun, pihaknya mengidentifikasi proyek MBG selama ini buruk, dari konsep hingga ke tata kelolanya.
"Hingga saat ini juga kami masih menunggu adanya bentuk kajian atau bentuk evaluasi dari pihak pemerintahan yang dikeluarkan atas MBG," ujarnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- mbg
- makan bergizi gratis
- bem ui
- ui
- golkar





