Bank Nagari Gandeng Tjahaja Baru Agri, Perluas Pembiayaan Modernisasi Pertanian di Sumbar

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - PT Bank Nagari menjalin kerja sama strategis dengan PT Tjahaja Baru Agri dalam penyediaan layanan perbankan serta kredit dan pembiayaan sektor pertanian di Sumatra Barat.

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi petani sekaligus mendukung modernisasi pertanian dan program ketahanan pangan nasional.

“Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Nagari dalam memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah, khususnya di Sumbar,” katanya usai penandatanganan kerja sama di Kantor Pusat Bank Nagari, Kamis (18/6/2026).

Dia menyebut keterlibatan Bank Nagari yang memiliki akses luas, termasuk dalam pembiayaan, akan membantu petani meningkatkan produktivitas melalui penggunaan teknologi dan peralatan pertanian yang lebih modern.

Hafid berharap kerja sama tersebut dapat mengoptimalkan penyaluran kredit sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani melalui modernisasi peralatan pertanian.

Melalui kemitraan itu, Bank Nagari akan menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan yang dapat dimanfaatkan petani untuk memperoleh alat dan mesin pertanian (alsintan) baru beserta suku cadangnya melalui PT Tjahaja Baru Agri.

Baca Juga

  • Penyaluran KUR Bank Nagari Capai Rp294 Miliar pada Kuartal I/2026 di Tengah Tekanan Pascabencana
  • Aset Tembus Rp33,6 Triliun, Bank Nagari Didorong Perkuat Pembiayaan UMKM Sumbar

“Salah satunya adalah percepatan penyaluran Kredit Usaha Alsintan (KUA) melalui proses analisis dan administrasi yang lebih cepat, tepat, dan responsif sehingga petani dapat segera memanfaatkan teknologi pertanian,” sebutnya.

Selain pembiayaan, petani juga akan mendapatkan akses ke berbagai layanan digital perbankan seperti aplikasi Ollin by Nagari, QRIS, mesin EDC, serta fasilitas pembukaan rekening untuk mendukung transaksi usaha.

Menurut Hafid, kerja sama ini juga membuka peluang optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai skema kredit produktif lainnya yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian.

Perluas Akses Alsintan Petani

Sementara itu, Direktur PT Tjahaja Baru Agri, Edward Ferry Gani, menjelaskan bahwa perusahaan merupakan dealer resmi PT Kubota Machinery Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan alat pertanian dan suku cadangnya.

Objek pembiayaan dalam kerja sama ini mencakup seluruh unit alsintan baru dan suku cadangnya yang dibeli melalui PT Tjahaja Baru Agri. Perusahaan juga akan memberikan rekomendasi calon debitur yang dinilai layak memperoleh pembiayaan.

Menurutnya, PT Tjahaja Baru Agri akan terus memperkuat perannya dalam mendukung modernisasi sektor pertanian di Sumatra Barat dan Riau melalui penyediaan berbagai alat dan mesin pertanian merek Kubota.

“Jadi perusahaan kami dipercaya oleh PT Kubota Machinery Indonesia sebagai distributor resmi untuk produk-produk unggulan seperti combine harvester, traktor, dan rice transplanter, dan telah berdiri pada 2015 dengan nama CV Tjahaja Baru, perusahaan kemudian melakukan pengembangan usaha dan resmi bertransformasi menjadi PT Tjahaja Baru Agri pada 2021,” jelasnya.

Dia mengatakan kerja sama ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi mitra yang andal, terpercaya, dan terdepan bagi pelanggan. Untuk mewujudkan visi tersebut, perusahaan menjalankan berbagai misi, mulai dari mendorong mekanisasi pertanian melalui penggunaan mesin Kubota, menyediakan layanan purna jual terbaik, hingga memastikan ketersediaan unit dan suku cadang asli.

Selain menyediakan berbagai jenis mesin pertanian, PT Tjahaja Baru Agri juga menawarkan beragam implement atau alat pendukung yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.

Edward menegaskan ketersediaan produk dan layanan purna jual menjadi salah satu komitmen perusahaan dalam membantu petani mengadopsi teknologi pertanian modern secara berkelanjutan.

“Jadi melalui kolaborasi ini, kami dan Bank Nagari berharap agar dapat membangun ekosistem layanan yang lebih kuat bagi sektor pertanian, meningkatkan produktivitas petani, serta mendukung pembangunan agribisnis dan program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pupuk Indonesia Buktikan Pemupukan Berimbang Mampu Tingkatkan Produktivitas Padi hingga 8 Ton per Hektare
• 13 jam laludisway.id
thumb
Satgas Mafia Bola Polri Gandeng Komdigi-PPATK Telusuri Situs Judol Piala Dunia
• 20 jam laludetik.com
thumb
Kiper Cape Verde Vozinha Bisa Datangkan Ibunda ke Piala Dunia 2026, Dibantu Pemimpin DPR AS
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Jangan Lewatkan! Link Live Streaming Kanada vs Qatar Piala Dunia 2026
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Gibran Mengajak Orang Tua, Pesantren, dan Komponen Masyarakat Terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.