Wakil Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ), Ryozo Himino, mengatakan bahwa inflasi dapat melampaui target dua persen jika suku bunga terlambat naik.
IDXChannel - Wakil Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ), Ryozo Himino, mengatakan bahwa inflasi dapat melampaui target dua persen jika suku bunga terlambat naik.
Dilansir dari CNA pada Jumat (19/6/2026), pernyataan tersebut mengindikasikan rencana BOJ untuk terus menaikkan suku bunga.
Bulan ini, BOJ menaikkan suku bunga acuan menjadi 1 persen, level tertinggi dalam 31 tahun.
Kenaikan nilai impor, yang dipicu pelemahan yen dan lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah, memperburuk tekanan inflasi.
Risalah rapat bank sentral menunjukkan beberapa dari sembilan anggota dewan melihat ruang untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga dengan satu anggota menyerukan kenaikan setiap beberapa bulan sekali.
"Ada kemungkinan inflasi inti akan melampaui target 2 persen kami. Keterlambatan dalam menanggapi dapat merugikan perekonomian," kata Himino kepada parlemen.
Ditanya tentang yen yang lemah, Himino mengatakan bahwa bank sentral sedang memantau pergerakan mata uang dengan cermat sebagai salah satu faktor kunci yang memengaruhi perekonomian dan inflasi.
Dewan BOJ akan mengadakan pertemuan kebijakan selanjutnya pada Juli, di mana mereka juga akan merilis perkiraan pertumbuhan terbaru. (Wahyu Dwi Anggoro)





