JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan rakyat atau Tritura. Mereka menilai tiga tuntuan ini sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini.
Wakil Presiden Mahasiswa Trisakti, Muhammad Putra, menyampaikan tuntutan pertama adalah pemulihan ekonomi dan politik nasional yang dinilai terdampak oleh sejumlah kebijakan pemerintah.
BACA JUGA:Alasan Mahasiswa Pilih DPR Jadi Lokasi Demo: Pengawasan Legislatif Lemah!
"Yang pertama, kami gaungkan untuk pulihkan ekonomi dan politik nasional," katanya kepada wartawan.
"Kita ambil contoh pada saat ini sekarang banyak bahan pokok yang sedang naik gitu. Mulai dari beras, kami pun melakukan survei kepada masyarakat, penjual-penjual itu mempengaruhi mereka menaikkan harga. Itu yang pertama," sambungnya.
Yang kedua, lanjut dia, Ia melihat bagaimana pengaruh dari kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini tidak memberikan APBN skala yang prioritas, dengan mempengaruhi kenaikan dari BBM jenis Pertamax.
"Sebenarnya kan yang dituntut sama masyarakat adalah dengan Pertamax non-subsidi naik berpengaruh pada kehabisan Pertalite. Terbukti pada beberapa SPBU itu sudah kehabisan Pertalite itu sendiri," pungkasnya.
BACA JUGA:Ini Tampang Roy Suryo dan Dokter Tifa saat Keluar Tahanan Menuju RS Polri
"Makanya kami tuntut kembali untuk bagaimana kebijakan pemerintah agar memberikan subsidi ini kepada rakyat," sambungnya.
Ia menilai ada kebijakan pemerintah yang salah yang mengakibatkan penurunan ekonomi di tingkatan masyarakat.
"Karena kita melihat ekonomi sekarang sangat jatuh, di mana dipengaruhi oleh beberapa kebijakan dari pemerintah yang mempengaruhi ekonomi masyarakat," ujarnya.
Mengacu itu, Ia meminta evaluasi terhadap pejabat yang dianggap tidak sesuai dengan bidang keahliannya.
"Inkompetensi dari pejabat itu seharusnya bisa dievaluasi total oleh Presiden dan Wakil Presiden, karena mereka semua merupakan komandan tertinggi," tegasnya.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Laptop Gaming Paling Worth It Juni 2026, Ini Opsi yang Masih Masuk Akal
Dalam konteks ini, Ia mengambil contoh Kepala BGN yang dipimpin oleh orang yang bukan dari ahlinya.
- 1
- 2
- »





