JAKARTA, KOMPAS.com – Video seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Sulis Agung Wibowo (44) yang menangis sambil memohon kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur agar sepeda motornya tidak diangkut saat penertiban parkir liar viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (17/6/2026).
Video tersebut memicu beragam reaksi publik.
Sebagian warganet bersimpati terhadap kondisi ekonomi Sulis, sementara lainnya menilai penertiban tetap harus dilakukan demi menjaga ketertiban lalu lintas dan hak pejalan kaki.
Ojol Menangis Saat Motornya Diangkut
Dalam video yang beredar, Sulis tampak berusaha menghentikan petugas ketika mengetahui sepeda motornya telah dinaikkan ke mobil angkut Dishub.
Saat penertiban berlangsung, Sulis diketahui tidak berada di dekat kendaraannya.
Ia baru datang ketika proses pengangkutan hampir selesai.
Mengetahui motornya akan dibawa, Sulis langsung menghampiri petugas dan berulang kali memohon agar diberikan keringanan.
"Saya pengennyari duit, Pak. Belum penglaris sama sekali dari pagi jam 6 saya keluar, baru ini, Pak!" ujar Sulis dalam video yang beredar.
Baca juga: Dishub DKI Bantah Pungli Rp 250.000 ke Ojol yang Nangis Motornya Diangkut
Ia menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut merupakan satu-satunya sarana untuk mencari nafkah sebagai pengemudi ojol.
"Tolong... tolong Pak, tolong! Saya butuh uang, anak saya sekolah, saya butuh makan, tolong, Pak!" katanya.
Sulis juga mengaku tidak memiliki biaya untuk menyewa sepeda motor pengganti apabila kendaraannya dibawa petugas.
Meski Sulis terus memohon, petugas tetap melanjutkan penertiban karena kendaraan telah lebih dahulu berada di atas mobil angkut.
Dishub Sebut Motor Diparkir di Atas Trotoar
Kepala Seksi Pengendalian Operasional Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Emiral August Dwinanto menjelaskan, kendaraan Sulis ditertibkan karena diparkir di atas trotoar.
"Motornya itu diangkut di atas truk karena terjaring penertiban. Dia parkir di atas trotoar," kata Emiral saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (20/6/2026).