Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menyampaikan pidato penuh haru saat mengumumkan mundur setelah menjabat kurang dari dua tahun. Di akhir pidatonya, Starmer mengatakan dirinya meninggalkan "pekerjaan terbesar" di Inggris, untuk "pekerjaan paling penting" menjadi suami dan ayah yang baik.
Starmer tampak terharu saat membahas soal istri dan anak-anaknya dalam pidatonya yang disampaikan di luar kantor PM Inggris, Downing Street, London. Dia memuji istrinya, Victoria Starmer, yang disebutnya telah menjadi penopang dan selalu berada di sisinya.
"Dan ketika saya meninggalkan pekerjaan terbesar di negara ini, saya akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk pekerjaan yang paling penting," kata Starmer dalam pidatonya, seperti dilansir BBC dan The Guardian, Senin (22/6/2026).
"Menjadi suami terbaik yang saya bisa untuk istri saya yang fantastis, Vic, yang telah menjadi penopang di sisi saya melewati masa-masa senang maupun susah, dan menjadi ayah terbaik yang saya bisa bagi anak-anak saya yang cantik, yang merupakan kebanggaan dan kebahagiaan saya," ujarnya dengan suara bergetar.
"Terima kasih banyak," ucap Starmer menutup pidatonya.
Starmer kemudian memeluk istrinya yang mendampinginya saat berpidato, sebelum dia kembali ke dalam kantornya, 10 Downing Street.
Dalam pidatonya ini, Starmer mengatakan dirinya mengambil keputusan untuk mundur "dengan lapang dada". Starmer juga mengakui bahwa dirinya bukanlah orang yang tepat untuk memimpin Partai Buruh, yang kini berkuasa, dalam menghadapi pemilu selanjutnya.
(nvc/ita)





