HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Piala Dunia 2026 menghadirkan skenario tak terduga, bahkan penuh kejutan. Beberapa tim kini justru mempertimbangkan posisi ketiga sebagai jalur yang lebih aman. Kok bisa?
Format baru dengan 48 peserta menciptakan peluang sekaligus jebakan dalam bagan knockout. Delapan slot tambahan untuk peringkat tiga terbaik mengubah cara tim membaca peluang lolos. Malah mereka bisa jadi diuntungkan.
Fase grup Piala Dunia 2026 memang belum tuntas seluruhnya, tetapi peta menuju babak gugur mulai terbaca jelas. Sejumlah tim bahkan sudah mulai menghitung kemungkinan lawan yang akan mereka hadapi di fase 32 besar.
Turnamen edisi ini memakai format baru dengan 48 tim peserta yang dibagi ke dalam 12 grup. Juara dan runner-up otomatis melaju ke fase gugur, sementara delapan tim peringkat tiga terbaik juga ikut melengkapi daftar 32 besar.
Menariknya, sistem ini menghadirkan dinamika yang tidak biasa. Dalam kondisi tertentu, finis sebagai peringkat tiga justru bisa membuka jalur yang lebih ringan dibanding menjadi runner-up grup.
Perubahan format tersebut membuat bagan turnamen menjadi jauh lebih kompleks dibanding edisi sebelumnya. Tidak semua juara grup akan menghadapi tim peringkat tiga, karena sebagian justru dipasangkan dengan runner-up grup lain.
Sejumlah jalur pertandingan bahkan sudah mulai terkunci sejak fase grup berlangsung. Grup C yang berisi Brasil dan Maroko, misalnya, dipasangkan dengan Grup F yang saat ini dipimpin Belanda dan Jepang. Sementara itu, Grup H akan berhadapan dengan Grup J dalam bagan knockout.
Situasi ini membuat posisi akhir klasemen menjadi sangat krusial. Bukan hanya menentukan kelolosan, tetapi juga menentukan tingkat kesulitan lawan di babak berikutnya.
Di Grup H, Spanyol berada di posisi ideal untuk mengamankan status juara grup. Mereka akan memastikan posisi tersebut jika mampu mengalahkan Uruguay pada laga terakhir fase grup.
Sementara itu, Argentina sudah lebih dahulu memastikan diri sebagai pemuncak Grup J. Sebagai juara bertahan, mereka dipastikan akan menghadapi runner-up Grup H pada babak 32 besar.
Persaingan di Grup J masih berlangsung ketat untuk posisi kedua. Austria dan Aljazair sama-sama mengoleksi tiga poin, dengan Austria unggul selisih gol.
Austria hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci posisi runner-up. Sebaliknya, Aljazair wajib meraih kemenangan jika ingin menyalip ke posisi kedua dan menemani Argentina ke fase gugur.
Namun posisi runner-up ini justru menyimpan risiko besar. Peringkat kedua Grup J berpotensi langsung berhadapan dengan Spanyol, salah satu favorit juara dan kampiun Eropa saat ini.
Di sinilah muncul skenario yang cukup menarik. Jika Austria atau Aljazair hanya finis di peringkat ketiga tetapi masuk delapan terbaik, jalur mereka bisa berubah drastis.
Alih-alih langsung menghadapi Spanyol, mereka berpotensi bertemu lawan dari jalur berbeda seperti Amerika Serikat, juara Grup B, juara Grup G, juara Grup K, atau juara Grup L.
Meski beberapa kandidat tersebut tetap merupakan tim kuat, sebagian menilai jalur itu masih lebih “ramah” dibanding langsung menghadapi Spanyol di awal fase gugur.
Fenomena ini bukan hal sepenuhnya baru dalam sejarah turnamen internasional. Namun keberadaan slot tambahan untuk peringkat tiga membuat strategi dan perhitungan klasemen menjadi jauh lebih kompleks.
Penentuan Peringkat Tiga Terbaik
Delapan tim peringkat tiga terbaik akan ditentukan berdasarkan jumlah poin yang dikumpulkan selama fase grup. Jika terdapat poin sama, selisih gol menjadi penentu utama. Bila masih imbang, jumlah gol yang dicetak akan diperhitungkan.
Apabila seluruh parameter masih identik, FIFA akan menggunakan rekor fair play sebagai penentu. Kartu kuning bernilai satu poin, kartu merah tidak langsung akibat dua kartu kuning bernilai tiga poin. Kemudian kartu merah langsung bernilai empat poin, dan kombinasi keduanya bernilai lima poin.
Tim dengan nilai disiplin lebih rendah akan diuntungkan dalam klasemen fair play. Jika masih sama, maka peringkat FIFA menjadi faktor terakhir.
Sebaliknya, tim yang finis di posisi keempat grup dipastikan langsung tersingkir dari turnamen tanpa peluang ke babak berikutnya.
Juara Grup dan Tim Tersingkir
Beberapa negara sudah memastikan status juara grup. Meksiko, Amerika Serikat, Argentina, dan Jerman telah mengamankan posisi puncak masing-masing grup.
Di Grup I, Norwegia dan Prancis juga sudah memastikan tiket ke babak 32 besar. Keduanya masih akan bertanding untuk menentukan siapa yang menjadi juara grup.
Sementara itu, Haiti, Turki, Tunisia, dan Yordania sudah tidak lagi memiliki peluang lolos. Keempatnya dipastikan finis sebagai juru kunci dan mengakhiri perjalanan di fase grup Piala Dunia 2026. (*)





