CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Trofi Piala Dunia FIFA menjadi simbol tertinggi dalam dunia sepak bola. Setiap empat tahun sekali, puluhan negara terbaik bersaing memperebutkan kesempatan mengangkat trofi yang menjadi impian setiap pesepak bola profesional.
Bagi para pemain, momen mengangkat trofi Piala Dunia merupakan pencapaian terbesar dalam karier mereka karena menandai keberhasilan menaklukkan kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia.
Di balik bentuknya yang ikonik, trofi Piala Dunia ternyata menyimpan berbagai kisah menarik. Mulai dari bahan pembuatannya, filosofi desain, hingga aturan kepemilikannya yang sangat ketat.
Tak banyak yang mengetahui bahwa trofi yang diangkat para juara bukanlah trofi yang boleh dibawa pulang selamanya. Selain itu, trofi yang digunakan saat ini juga memiliki sejarah panjang setelah menggantikan Trofi Jules Rimet pada awal 1970-an.
Berikut 4 fakta unik tentang trofi Piala Dunia FIFA yang menarik untuk diketahui, dirangkum dari laman resmi FIFA Museum.
1. Terbuat dari Emas 18 Karat
Trofi Piala Dunia saat ini dibuat menggunakan emas 18 karat dengan berat sekitar 6,175 kilogram dan tinggi 36,8 sentimeter.
Bagian dasarnya dilapisi dua cincin batu malasit berwarna hijau sehingga tampil semakin ikonik.
2. Desainnya Melambangkan Kemenangan Manusia
Trofi yang digunakan sejak Piala Dunia 1974 merupakan karya pematung Italia, Silvio Gazzaniga.
Desainnya menampilkan dua sosok manusia yang mengangkat bumi ke atas sebagai simbol kemenangan, persatuan, dan semangat olahraga.
3. Juara Tidak Membawa Pulang Trofi Asli
Tim yang menjadi juara Piala Dunia hanya menerima trofi asli saat seremoni penyerahan. Setelah itu, trofi dikembalikan kepada FIFA. Sebagai gantinya, juara memperoleh replika resmi berlapis emas untuk disimpan secara permanen.
4. Menggantikan Trofi Jules Rimet
Trofi saat ini mulai digunakan pada Piala Dunia 1974 setelah trofi sebelumnya, Jules Rimet, dipensiunkan. Sesuai aturan saat itu, Brasil berhak memiliki Trofi Jules Rimet secara permanen setelah menjadi negara pertama yang meraih tiga gelar juara dunia pada 1970.
Trofi Piala Dunia bukan sekadar hadiah bagi tim juara. Di balik desainnya yang ikonik tersimpan sejarah panjang, filosofi mendalam, serta aturan ketat yang membuatnya menjadi salah satu simbol olahraga paling berharga di dunia.




