jpnn.com, JAKARTA - TNI Angkatan Laut melalui Satgas Aju Manggala Bhakti (AMB) Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung bersama Satgassus Satintelmar Pusat Intelijen TNI Angkatan Laut (Pusintelal) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal di wilayah Muara Air Jukung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Sabtu malam (20/6).
Penggagalan tersebut dilakukan sekitar pukul 23.50 WIB berdasarkan hasil pemantauan dan operasi intelijen yang dilaksanakan secara terpadu.
BACA JUGA: Jenderal Agus Subiyanto Resmi Melantik1.737 Perwira Remaja TNI, Begini Amanatnya
Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) dalam keterangan tertulisnya, menyebutkan dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 85 kampil atau karung pasir timah yang diduga akan diselundupkan melalui jalur laut untuk diperjualbelikan secara ilegal.
Dari hasil penghitungan awal, barang bukti yang diamankan diperkirakan memiliki berat sekitar 4,25 ton.
BACA JUGA: Gelar Wisuda dan Penutupan Pendidikan Reguler SESKOAL, TNI AL Siapkan Pemimpin Maritim Unggul Hadapi Tantangan Global
Dengan mengacu pada harga timah dunia saat ini, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai lebih dari Rp 4 miliar.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AL dalam menjaga sumber daya alam nasional dari berbagai bentuk tindak pidana penyelundupan.
BACA JUGA: Komisi I DPR: Pengabdian Eks KSAL TNI Achmad Sutjipto Layak Jadi Teladan
Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan di Markas Komando Lanal Bangka Belitung guna kepentingan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.
Aparat terkait juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam upaya penyelundupan tersebut.
Keberhasilan penggagalan penyelundupan pasir timah ilegal ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
KSAL meminta seluruh jajaran TNI AL meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengawasan wilayah perairan, serta menindak tegas segala bentuk aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara dan mengganggu keamanan maritim Indonesia.(fri/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Cara Milanion Group dan Republikorp Perkuat Kapabilitas Maritim TNI AL
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




