JAkarta, VIVA – PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung mencatat, program stimulus pemerintah berupa pemberian diskon tarif sebesar 30 persen mendongkrak volume penumpang hingga mencatatkan tingkat keterisian kursi (okupansi) mencapai 124,4 persen.
Berdasarkan data hingga Minggu (28/6), total tiket yang terjual melalui program potongan harga khusus kereta api (KA) ekonomi komersial tersebut telah menembus 80.436 pelanggan dari seluruh stasiun di Daop 2 Bandung.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo di Bandung, Minggu, menjelaskan angka penjualan tersebut melampaui total kapasitas murni sebanyak 64.640 tempat duduk yang disediakan untuk periode keberangkatan 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
"Tingkat okupansi yang melampaui 100 persen tersebut merupakan hal yang lazim terjadi dalam operasional kereta api karena adanya sistem naik dan turun penumpang di berbagai stasiun sepanjang lintas perjalanan," ujar Kuswardojo, dikutip Senin, 29 Juni 2026.
Melalui sistem dinamis tersebut, satu nomor tempat duduk dapat dimanfaatkan secara bergantian oleh lebih dari satu pelanggan pada segmen rute perjalanan yang berbeda tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Secara akumulatif, antusiasme masyarakat pada satu pekan awal masa liburan sekolah (periode 20-26 Juni 2026) tercatat melonjak 7,4 persen dengan total penjualan seluruh kelas layanan KA Jarak Jauh mencapai 94.090 tiket, dibandingkan pekan sebelumnya yang sebanyak 87.580 tiket.
"Program diskon tarif 30 persen untuk KA Ekonomi Komersial menjadi momentum yang sangat baik untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi massal yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan selama musim liburan sekolah," kata Kuswardojo.
Guna mengantisipasi pergerakan angka yang dinamis pada rute-rute favorit, manajemen Daop 2 mengimbau calon penumpang untuk segera melakukan transaksi pemesanan tiket secara berkala melalui kanal digital resmi KAI.
"KAI Daop 2 Bandung akan terus memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan pelanggan selama masa libur sekolah berlangsung dengan aman, nyaman, selamat, dan berkesan," tutur Kuswardojo menambahkan. (Ant)





