Muzani Bicara Jejak Sukarno-Islam Toleran saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama delegasi MPR RI dan para ulama Indonesia bertemu dengan Grand Mufti Uzbekistan, Syekh Nuriddin Khaliqnazarov, di Kompleks Museum Islamic Center Uzbekistan, Tashkent, Selasa (30/6).

Dalam pertemuan itu, Muzani menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Uzbekistan, Parlemen Uzbekistan, MPR Uzbekistan, serta Grand Mufti Nuriddin atas sambutan hangat yang diberikan kepada delegasi Indonesia.

Muzani mengatakan hubungan Indonesia dan Uzbekistan telah terjalin sejak berabad-abad lalu, tepatnya ketika Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik datang dari Samarkand untuk menyebarkan Islam di Nusantara.

"Pada abad ke 15 datang ke Indonesia seorang ulama terkemuka, Syekk Maulana Malik Ibrahim dari Samarkand, Uzbekistan untuk menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Jadi hubungan hati ke hati kita itu sudah terpaut sejak abad ke 15. Itu sebabnya Indonesia dan Uzbekistan tersa begitu dekat di hati, meski jauh di mata kita seperti bersaudara," kata Muzani.

Ia juga menyinggung peran Presiden pertama RI, Soekarno, dalam mempererat hubungan kedua negara melalui kunjungannya ke makam Imam Bukhari. Menurut Muzani, peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari sejarah yang dikenang oleh masyarakat Indonesia maupun Uzbekistan.

"Kemudian persahabatan Indonesia-Uzbekistan dirajut kembali oleh Presiden Soekarno ketika berziarah ke makam Imam Bukhari. Momentum sejarah ini telah dicatat dan selalu diingat di hati oleh masyarakat Uzbekistan dan ini juga menjadi kebanggan bangsa Indonesia. Karena kunjungan ziarah Bung Karno, makam Imam Bukhari dibuka kembali untuk para peziarah dunia," ucap Muzani.

Di hadapan Grand Mufti Uzbekistan, Muzani menjelaskan bahwa dirinya datang bersama para ulama Indonesia yang terdiri atas pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan pimpinan pondok pesantren.

Ia mengatakan Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sekaligus memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, dan etnis. Menurutnya, keberagaman tersebut dapat tetap terjaga berkat Pancasila sebagai dasar negara.

"Yang menyatukan kita adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara yang juga menjadi pemersatu dari banyaknya perbedaan agama, suku, bahasa, dan etnis. Selain itu, kami di Indonesia juga diajarkan tentang agama Islam rahmatan lil alamin. Yang mengajarkan kita pentingnya beragama dengan menghormati perbedaan agama yang sangat beragam di Indonesia," ucap Muzani.

Dalam kesempatan itu, Muzani juga menyambut baik tawaran kerja sama pemerintah Uzbekistan terkait paket umrah plus melalui Uzbekistan. Menurutnya, wisata religi di negara tersebut memiliki potensi besar untuk menarik minat jemaah asal Indonesia.

"Tawaran umroh plus Uzbekistan adalah tawaran bisnis wisata religi yang menarik buat kami. Tapi masalahmya tidak ada penerbangan dari Tashkent ke Jakarta dan sebaliknya. Kami telah bicara dengan para pejabat dan pebisnis travel di Indonesia agar rute penerbangan ini bisa dihidupkan kembali," tutup Muzani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Rakor di DPR, Wamenkeu Pastikan Kondisi Fiskal Masih Terjaga dengan Baik
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis Pasuruan, Residivis yang Pernah Rampok Ibu Hamil
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Viral karena LinkedIn, Personel Perunggu Akui Bingung Latar Belakang Pekerjaan Justru Jadi Sorotan
• 54 menit lalugrid.id
thumb
Pansus Hak Angket DPRD Gowa Jadwalkan Pemanggilan Bupati Husniah Talenrang Awal Juli 2026
• 22 jam laluterkini.id
thumb
Aset Hanania Group Disita untuk Bayar Ganti Rugi Jemaah
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.