HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 secara khidmat dan meriah di Lapangan Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Rabu (1/7/2026).
Peringatan delapan dekade pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan, menandai kuatnya sinergi antara institusi kepolisian dengan pemerintah daerah, TNI, dan unsur penegak hukum lainnya.
Hadir dalam upacara itu Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Sila H. Pulungan, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Dankoarmada II Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, serta Panglima Komando Operasi Udara II Marsekal Muda TNI M. Untung Suropati.
Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti dipercaya sebagai komandan upacara.
Dalam amanatnya, Djuhandhani menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum bersejarah bagi perjalanan institusi Polri. Ia mengingatkan bahwa tepat pada 1 Juli 1946, melalui Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946, Polri resmi berada langsung di bawah pemerintah.
“Penetapan tersebut menjadi tonggak lahirnya Polri sebagai alat negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Djuhandhani.
Menurut alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu, selama 80 tahun pengabdiannya, Polri telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Berbagai tantangan telah dihadapi, mulai dari mempertahankan kemerdekaan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hingga menghadapi dinamika perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Seluruh pengalaman tersebut, kata dia, menjadi modal bagi Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, berintegritas, serta semakin dipercaya masyarakat.
Djuhandhani menjelaskan tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, merupakan penegasan bahwa seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menekankan keberhasilan Polri tidak semata-mata diukur dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman, membangun kepercayaan publik, dan memberikan pelayanan yang humanis serta berkeadilan.
“Keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari penegakan hukum semata, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman, membangun kepercayaan publik melalui tindakan yang humanis, adil, dan berintegritas,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Sulsel beserta jajaran yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Selatan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, kalangan akademisi, insan pers, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus bersinergi bersama Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Menutup amanatnya, Djuhandhani mengajak seluruh personel Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, memperkuat soliditas internal, menghindari berbagai bentuk pelanggaran, serta memperkokoh sinergi dengan seluruh komponen bangsa.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, perlindungan, dan bimbingan kepada kita semua dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Usai pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 dilanjutkan dengan berbagai atraksi yang memukau para tamu undangan. Penampilan Polisi Cilik (Pocil) dari Polres Pangkep menjadi salah satu suguhan yang mendapat perhatian, disusul demonstrasi kolone senapan oleh personel Brimob Polda Sulsel, pertunjukan drumband, hingga pelepasan puluhan burung merpati sebagai simbol harapan akan terciptanya keamanan, kedamaian, dan persatuan di Sulawesi Selatan.





