Iran Ternyata Makin Kuat Ketika Dihajar AS-Israel, Ini Buktinya

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sejumlah kendara bermotor melewati papan reklame anti-AS yang menggambarkan Presiden AS Donald Trump dan Selat Hormuz, di Teheran, Iran, 17 Mei 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel dinilai gagal total dalam mengubah keseimbangan strategis di kawasan Timur Tengah. Kegagalan operasi tersebut justru menempatkan posisi geopolitik Iran menjadi jauh lebih kuat dan dominan dibandingkan dengan kondisi mereka sebelum konflik bersenjata itu pecah.

Mengutip laporan RT, Rabu (1/07/2026), kesimpulan menohok tersebut diungkapkan oleh analis geopolitik terkemuka sekaligus editor senior keamanan nasional di 19FortyFive, Brandon Weichert. Ia menilai kampanye militer intensif yang digalang oleh Washington sama sekali tidak memberikan keuntungan strategis yang berarti bagi pihak Barat maupun sekutunya di lapangan.

"Perang 96 jam telah berubah menjadi perang 120 hari lebih, dan tidak ada satu pun tindakan yang telah kita lakukan berhasil mengubah hal tersebut," kritik Weichert dalam program Sanchez Effect di laman tersebut.


Baca: Trump Klaim Selalu Menang & Dihormati, Faktanya "Digebuki" Sana-Sini

Kegagalan capaian militer ini mencuat di tengah sinyal membingungkan yang terus dikirimkan oleh Washington dan Teheran terkait kelanjutan draf kesepakatan damai sementara mereka. Sejauh ini, kedua pihak masih dalam posisi yang masih bersikeras soal keinginan masing-masing untuk melanjutkan perdamaian, utamanya soal nuklir dan Selat Hormuz.

Walau Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi diharapkan tetap berjalan, otoritas Iran berkeras menolak agenda pertemuan bilateral tingkat tinggi. Perundingan teknis tingkat rendah hingga saat ini terpaksa dilakukan secara terpisah di Doha dengan mengandalkan peran mediator dari pemerintah Qatar.

Berdasarkan draf kesepakatan awal, Israel sebenarnya diwajibkan untuk menarik mundur pasukannya secara bertahap dari wilayah Lebanon selatan seiring langkah draf perlucutan senjata milisi Hizbullah oleh pemerintah Lebanon.

Namun, implementasi draf damai bentukan AS ini mentah kembali setelah Hizbullah menolak keras aturan tersebut, yang langsung disusul oleh aksi saling tembak rudal di perbatasan hingga kian menyulitkan prospek perdamaian permanen.


(tps/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump: Damai Dengan Iran Cegah Dunia Dari Depresi Ekonomi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
John Herdman Dapat Kabar Gembira, Calon Pemain Termahal Timnas Indonesia Resmi Gabung Brighton
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo di HUT Ke-10 Bhayangkara: Tak Boleh Ada Kriminialisasi dan Penyalahgunaan Wewenang
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan Dinilai Mesti jadi Perhatian Serius
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Buka Peluang Ekspor CPO dan 120 Ribu Ton Kakao ke Belarus
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Polri Tangani 718 Kasus Judol, Ribuan Tersangka Sudah Ditetapkan
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.