Menkeu Purbaya Tolak IKN Jadi Pusat Finansial Internasional: Tempatnya Terlalu Sepi

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak Pusat Finansial Internasional (PFI) ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Purbaya menegaskan, IKN terlalu sepi.

"Mungkin enggak, (IKN) terlalu sepi," ujar Purbaya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Mayoritas Infrastruktur IKN Hampir Rampung, Tol 5B Tembus 96 Persen

Purbaya menyampaikan, pemerintah masih membahas, titik-titik mana saja yang akan dijadikan lokasi Pusat Finansial Internasional.

Dia menyebut, salah satu alternatifnya adalah di Bali.

"Kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali, tapi mungkin ada beberapa titik juga," ucapnya.

"Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor," imbuh Purbaya.

Baca juga: Proyek Kota Terpadu Ciputra di IKN Tunggu Infrastruktur Terbangun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah berencana membangun Pusat Finansial Khusus (special financial center).

Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan peran Indonesia sebagai tujuan investasi yang aman di tengah gejolak geopolitik global.

"Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat," kata Prabowo, saat memberikan taklimat kepada para menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga eselon I kementerian, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Siap Mulai Beroperasi, 477 Siswa Akan Studi di SMA Taruna Nusantara IKN

Menurut dia, usulan tersebut telah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, yang direncanakan berlokasi di Provinsi Bali.

Prabowo menilai, usulan tersebut semakin relevan saat ini untuk menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia tetap menarik di tengah dinamika global.

Dalam hal ini, ia menjelaskan bahwa banyak warga asal Rusia dan Ukraina yang berpindah dan menetap di Bali sejak kedua negara berkonflik pada 2022.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kini, ia menilai, bahwa inisiatif ini dapat menjaring investor yang sebelumnya berencana menanamkan modal di kawasan Timur Tengah, namun mengurungkan niatnya akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

"Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanda Tanya Keberadaan Buronan Jurist Tan Usai Vonis Nadiem Makarim
• 56 menit lalukompas.com
thumb
Polri Buka Suara Usai Jenderal Polisi Aktif Jadi Tersangka Kasus MBG
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Kejagung Beberkan Peran Oknum TNI dalam Korupsi MBG, Mark Up Harga Motor Listrik
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo: RI-Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026-2030, Perkuat Pangan-Sosial
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Australia vs Mesir: The Socceroos Waspadai Salah, The Pharaohs Incar Sejarah
• 3 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.