REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah sedang menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpor) Erick Thohir menjelaskan, skema tersebut saat ini masih difinalisasi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan transparansi. Dia menyebut, masa karier atlet relatif lebih singkat dibandingkan profesi lainnya. Karena itu, negara perlu memastikan para atlet tetap memiliki jaminan kehidupan ketika tidak lagi aktif bertanding.
Baca Juga
Putusan MK: Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Sekaligus atau Berkala
Menpora Erick Thohir: PON 2028 Harus Sukses di Era Presiden Prabowo, KONI Pastikan tak Bebani APBN
Menpora Erick Dorong Pelatnas Jangka Panjang untuk Cetak Judoka Berprestasi
"Mungkin banyak atlet masih main sampai umur 40, tetapi dibandingkan dengan banyak pekerjaan lain yang bisa pensiun di umur 50-60, mereka (pensiun) lebih muda. Akhirnya, mereka harus punya dana pensiun," kata Erick dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
Menurut Erick, pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam menyusun skema tersebut. Salah satu perhatian utamanya adalah memastikan pengelolaan dana pensiun dilakukan secara akuntabel dan tidak mengulang berbagai kasus penyalahgunaan dana pensiun yang pernah terjadi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Untuk itu, sambung dia, Kementerian Olahraga (Kemenpora) menggandeng sejumlah institusi seperti Kejaksaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga pakar olahraga. "Jangan sampai dana pensiun ini jadi koruptif lagi. Sudah banyak sejarah dana pensiun itu dikorupsi," ucap Erick.
Dia menyebut, tantangan penyusunan skema dana pensiun atlet juga berbeda dibandingkan pekerja pada umumnya. Selama ini, menurut Erick, program dana pensiun umumnya berasal dari potongan gaji bulanan, sementara atlet tidak memiliki pola pendapatan tetap seperti pekerja formal.
"Nah, atlet tidak ada gaji bulanan. Tidak ada uang juara. Ini yang kita sedang godok bagaimana mencari jalan keluar agar dana pensiun ini bisa continue, sustain," ujar Erick.