Waspada Kekeringan dan Karhutla, BNPB: Pemda Diminta Petakan Wilayah

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah (pemda) segera memetakan wilayah terkait ancaman kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama sepekan ke depan.

“Pemerintah daerah juga diharapkan segera memetakan wilayah rawan kekeringan guna mempercepat distribusi bantuan armada tangki air bersih ke daerah terdampak,” bunyi keterangan BNPB, dikutip Jumat (3/7/2026).

Baca juga: El Nino Terpantau di Samudra Pasifik, Waspadai Kekeringan dan Karhutla Sepekan ke Depan

Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan pokok, seperti minum dan memasak, serta memeriksa instalasi pipa untuk mencegah kebocoran.

“Sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla dan kebakaran permukiman, BNPB meminta masyarakat untuk tidak membuka lahan atau membersihkan pekarangan dengan cara membakar,” ucap dia.

“Masyarakat juga diharapkan memastikan puntung rokok telah padam sepenuhnya sebelum dibuang serta segera melaporkan kemunculan titik asap atau api sekecil apa pun kepada BPBD atau Dinas Pemadam Kebakaran setempat,” ucap dia.

Menurut BNPB, dampak bencana dapat dikurangi melalui gotong royong dan kesiapsiagaan bersama.

Baca juga: Kebakaran Lereng Gunung Singa Bandung, Jadi Pengingat Ancaman Karhutla saat Kemarau

Diberitakan sebelumnya, hingga Jumat (3/7/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, El Nino masih terpantau di Samudra Pasifik.

“Berdasarkan analisis indikator iklim global terkini, kondisi El Niño masih terpantau di Samudra Pasifik,” bunyi keterangan BNPB.

Kondisi tersebut umumnya mengurangi potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) juga menunjukkan sebanyak 493 titik atau sekitar 11 persen wilayah pengamatan mengalami HTH kategori panjang.

Sementara itu, 84 titik atau sekitar 2 persen lainnya berada pada kategori sangat panjang.

“Selain itu, suhu udara maksimum pada periode 28 Juni–1 Juli 2026 masih tercatat mencapai lebih dari 35°C di beberapa wilayah, antara lain Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur,” jelasnya.

Baca juga: Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga Akhir September

Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah.

Pada periode yang sama, curah hujan tertinggi tercatat di Kepulauan Riau mencapai 81 milimeter per hari, disusul Kalimantan Barat 76 milimeter per hari, Papua Tengah 57 milimeter per hari, dan Sumatra Utara 54 milimeter per hari.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut BNPB, hujan yang masih terjadi di wilayah Indonesia bagian utara dan sekitar ekuator dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di sebagian Papua, Gelombang Kelvin di sebagian Sumatra dan Kalimantan, serta Gelombang Rossby Ekuatorial di sebagian Papua.

Kondisi atmosfer yang labil juga turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Sita 12 Server Diduga untuk Tambang Bitcoin dari Ruko di Bekasi
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Raja Juli Benarkan Bupati Kuansing Tinggalkan Amplop, Dikembalikan Sebelum OTT
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Warga Terjangkit ISPA
• 16 jam laludetik.com
thumb
Mengapa Nadiem Tetap Divonis Meski Tak Terima Aliran Dana? Ini Dasar Hukumnya | ROSI
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
PDB Vietnam Tumbuh 8,39 Persen pada Kuartal II-2026
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.