Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar di pasar saham Indonesia sepanjang 2026.
IDXChannel - Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar di pasar saham Indonesia sepanjang 2026. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan akumulasi jual bersih investor asing telah mencapai Rp74,42 triliun hingga awal Juli 2026.
Meski demikian, pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, investor asing kembali membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp6,08 miliar. Arus dana tersebut muncul di tengah pelemahan aktivitas perdagangan saham selama sepekan.
Selain itu, pergerakan indeks selama sepekan menunjukkan tren yang cenderung melemah. IHSG ditutup di level 5.875,780, turun 0,35 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Sepanjang pekan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.942,772 dan terendah 5.607,451, mencerminkan volatilitas pasar yang masih cukup tinggi.
Pelemahan juga terjadi pada mayoritas indeks unggulan. LQ45 turun 0,33 persen, IDX30 terkoreksi 0,67 persen, IDX80 melemah tipis 0,03 persen, sedangkan IDX BUMN20 turun 0,75 persen.
Indeks berbasis faktor seperti IDX Growth30, IDX Quality30, dan IDX ESG Leaders juga mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 0,40 persen, 0,47 persen, dan 1,11. persen.
Di sisi lain, terdapat beberapa indeks yang masih mampu mencatatkan penguatan. IDX Value30 naik 0,57 persen, IDX LQ45 Low Carbon Leaders menguat 0,06 persen, serta IDX Cyclical Economy 30 justru menjadi indeks dengan penurunan terdalam di kelompok featured indices sebesar 1,24 persen.
Berbeda dengan indeks utama, seluruh indeks syariah berhasil mencatatkan kenaikan selama sepekan. IDX Sharia Growth menjadi yang berkinerja terbaik dengan kenaikan 2,32 persen, diikuti Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 1,68 persen, JII70 sebesar 1,42 persen, ISSI naik 0,37 persen, dan IDX-MES BUMN 17 menguat 0,06 persen.
Tidak hanya IHSG, aktivitas perdagangan di Bursa turut melambat. Rata-rata nilai transaksi harian turun 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara rata-rata volume transaksi harian merosot 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham dan rata-rata frekuensi transaksi harian turun 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi.
(Dhera Arizona)





