Jakarta: PT Agrinas Palma Nusantara mendapat penugasan dari pemerintah untuk membuka 400 ribu hektare (ha) kebun sawit baru sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan penugasan tersebut diberikan pemerintah melalui Menteri Pertanian, bersamaan dengan pengembangan komoditas pangan lainnya.
"Kami juga dalam rangka swasembada pangan dan energi diberi tugas untuk memperluas kebun sawit 400 ribu hektare," kata Abdul Ghani dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 6 Juli 2026.
Selain perluasan kebun sawit, Agrinas juga mendapat penugasan mengembangkan kedelai seluas 400 ribu ha, singkong seluas 300 ribu ha yang akan dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol, serta jagung seluas 250 ribu ha.
Abdul Ghani mengatakan perusahaan juga akan mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau, berkapasitas 600 ribu ton yang ditargetkan kembali beroperasi pada akhir 2027.
Di sisi hilir, Agrinas juga berencana membangun pabrik pengolahan singkong menjadi bioetanol kapasitas 185 ribu ton dengan target kapasitas pengolahan yang telah disiapkan pada 2030.
Dalam kesempatan itu, Abdul Ghani mengatakan Agrinas saat ini mengelola sekitar 4,1 juta ha areal perkebunan di kawasan hutan. Dari total luasan tersebut, sekitar 730 ribu ha merupakan kebun sawit yang telah terverifikasi.
Ia mengatakan selain mengelola sekitar 730 ribu ha kebun sawit yang telah terverifikasi, masih terdapat sekitar 850 ribu ha kebun sawit yang belum terverifikasi.
Dia menambahkan Agrinas juga menargetkan pembangunan kebun plasma sedikitnya seluas 250 ribu hektare, seiring pengembangan areal perkebunan sawit yang dikelola perusahaan.
Kebun plasma merupakan skema kemitraan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat. Dalam skema tersebut, perusahaan berkewajiban memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat sedikitnya 20 persen dari luas areal yang diusahakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Sebagai tahap awal, Agrinas akan memulai pengembangan kebun plasma seluas 1.500 hektare di Sumatra Utara sebagai proyek percontohan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi," kata Abdul Ghani.




