Kapal Pompong Tenggelam di Siak, 3 Orang Hilang

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pekanbaru: Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Pekanbaru melakukan pencarian tiga korban tenggelam akibat kecelakaan kapal pompong di Pelabuhan Tanjung Buton, Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan informasi kejadian diterima dari petugas Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudra. Peristiwa terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026 dini hari. Laporan awal menyebutkan tiga orang selamat, satu ditemukan meninggal dunia, dan tiga masih hilang.

"3 korban selamat, 1 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 3 dalam pencarian," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Selasa, 7 Juli 2026.

Berdasarkan laporan awal, kapal pompong tersebut sedang melakukan kegiatan pemeriksaan draf survei di kapal MV HIMALA. Arus yang cukup kuat menyebabkan kapal pompong terseret ke bawah kapal tongkang yang sedang bersandar di sisi MV HIMALA. Peristiwa itu menyebabkan kapal pompong tenggelam.

 

Baca Juga :

Kapal Rusak di Pulau Pari, 150 Penumpang Dievakuasi



Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Basarnas Pekanbaru memberangkatkan tim rescue sebanyak 10 personel menuju lokasi kejadian. Operasi pencarian difokuskan di sekitar LKP (Last Known Position) dengan metode pencarian di permukaan.

Tim SAR juga akan melaksanakan operasi penyelaman apabila kondisi cuaca dan arus memungkinkan. Langkah ini untuk mempercepat proses pencarian korban.

Apabila korban berhasil ditemukan, selanjutnya akan dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Ilustrasi Medcom.id


Kantor Basarnas Pekanbaru terus berkoordinasi dengan unsur terkait dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban yang masih dinyatakan hilang.

"Kami mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada untuk melakukan pencarian terhadap para korban. Semoga korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," ujar Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Backup Penyidikan Korupsi Pasokan Batu Bara yang Bikin Negara Rugi Rp5 Triliun
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Listrik Padam Total di Kuba, Krisis Energi Kian Memburuk
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenkes Hentikan PPDS Anestesi di RSUP Kandou Imbas Dokter Meninggal Dunia Diduga Korban Bullying
• 8 jam laludisway.id
thumb
Meski Tak Miliki Harta Bersama, Larissa Chou Tetap Tuntut Nafkah dari Ikram Rosadi
• 6 jam lalucumicumi.com
thumb
Emas hingga Platinum, Aset Favorit Koruptor untuk Hindari Jerat Hukum
• 7 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.