Diduga Diterkam Buaya Saat Perbaiki Kapal Jukung, Ipan Mendadak Hilang

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANYUASIN - Seorang warga Kabupaten Banyuasin bernama Ipan Nurzaman (26) dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat berada di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, pada Senin (6/7) sekitar pukul 01.53 WIB.

Warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Pangkalan Sandar Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel.

BACA JUGA: 100 CCTV Baru Segera Dipasang di Palembang, Jalan Macet & Kawasan Rawan Banjir Jadi Prioritas

Setelah menerima laporan tersebut, jajaran Ditpolairud Polda Sumsel langsung menerjunkan personel untuk melakukan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait.

"Begitu mendapat informasi dari masyarakat, personel Kapal Polisi V-1038 Penuguan segera bergerak menuju lokasi. Petugas langsung menyisir aliran sungai," ungkap Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho, Selasa (7/7).

BACA JUGA: Tilap Kartu ATM, ART di Palembang Kuras Saldo Majikan

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika korban bersama tiga rekannya hendak memperbaiki perahu jukung yang bersandar di tepi dermaga.

Saat rekan-rekannya lebih dahulu turun ke sungai, korban diduga melompat ke air. Tak lama kemudian seekor buaya diduga langsung menerkam korban hingga menghilang ke dalam sungai.

BACA JUGA: UUP2SK Diharapkan Memperkuat Kedaulatan Ekosistem Kripto Indonesia

Rekan-rekan korban sempat berupaya melakukan pencarian secara spontan. Namun, korban tidak lagi terlihat di permukaan air.

"Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kejadian tersebut diduga merupakan musibah akibat serangan satwa liar," ujar Heru.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa seluruh jajaran Polda Sumsel akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam setiap situasi darurat.

“Kami memastikan seluruh personel Ditpolairud Polda Sumatera Selatan bekerja secara maksimal dalam upaya pencarian korban dengan mengedepankan profesionalisme, koordinasi, dan keselamatan personel," tegas Nandang.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan yang diketahui merupakan habitat satwa liar, serta segera melaporkan setiap keadaan darurat melalui layanan Kepolisian 110 atau kepada petugas terdekat.

"Kami mengajak masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan sungai, rawa, maupun daerah pesisir, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan, menghindari aktivitas seorang diri pada malam hari di lokasi yang rawan kemunculan satwa liar, serta mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkas Nandang.

Sinergi antara masyarakat dan aparat diharapkan bisa meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus mendukung kelancaran proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.(mcr35/jpnn) 


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Cuci Hati


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serahkan Dokumen Jokowi Kepada Youtuber, PDIP Jawab Zulfan Lindan: Bukan Politik Picisan
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Hari Ke-7 Kebakaran TPA Jatiwaringin: Titik Api Menyusut, Asap Masih Selimuti Permukiman
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Purbaya Akui Penerimaan Pajak 2026 Bisa Shortfall Rp 46,9 T, Ini Strateginya
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Hadapi El Nino, BNPB Modifikasi Cuaca di Wilayah Prioritas
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Perusahaan Kaesang Dililit Utang, Puluhan Karyawan Kena PHK
• 6 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.