Bocah 9 Tahun di Bekasi Kena Peluru Nyasar, Polisi Uji Balistik Proyektil

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bekasi: Polsek Setu masih menyelidiki kasus seorang bocah perempuan bernama Alika Putri, 9, yang tertembak proyektil diduga peluru senapan angin saat bermain di lahan kosong dekat rumahnya. Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah mengatakan penyidik masih mendalami kasus ini dengan memeriksa para saksi dan mengirimkan barang bukti proyektil ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk uji balistik.

"Kami masih melakukan penyelidikan di sekitar lokasi, mendalami keterangan saksi-saksi, dan mengirim barang bukti proyektil ke Labfor Polri," kata Usep saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Juli 2026.

Baca Juga :

Tujuh Orang Jadi Tersangka Pembunuhan Pilot AMA di Yahukimo
Usep menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, korban saat itu tengah bermain bersama tiga temannya di lahan kosong sekitar permukiman yang berbatasan langsung dengan area persawahan. Saat bermain, korban tiba-tiba berteriak kesakitan setelah merasakan ada benda yang mengenai tubuhnya. Korban kemudian ditolong oleh warga, termasuk Ketua RT setempat, lalu dibawa ke klinik terdekat.

Dari pemeriksaan medis di klinik, diketahui terdapat luka akibat benda asing yang bersarang di tubuh korban. Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, untuk menjalani operasi. Hasil operasi menunjukkan proyektil berhasil diangkat dan diduga kuat merupakan peluru senapan angin.

Polisi bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa enam saksi. Keenam saksi tersebut terdiri atas tiga teman korban, seorang warga di lokasi, Ketua RT, serta Ketua RW.

Lokasi bocah tertembak di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.  (Metrotvnews.com/Antonio)

Menurut Usep, proyektil yang diangkat dari tubuh korban telah diamankan sebagai barang bukti. Proyektil itu akan diuji di Labfor Polri untuk mengetahui spesifikasi serta ukurannya.

"Proses penyelidikan masih berlangsung," ujarnya.

Ia menambahkan, minimnya kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi membuat polisi harus melakukan penyelidikan secara manual. Petugas menyisir area kejadian dengan metode door to door guna mencari informasi terkait warga yang kerap menggunakan senapan angin.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, di wilayah tersebut memang terdapat sejumlah warga yang memiliki senapan angin. Mereka biasa menggunakannya untuk berburu burung maupun tupai di sekitar area persawahan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apindo: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Harus Disikapi Sebagai Peringatan Dini
• 8 menit lalubisnis.com
thumb
PGE “spud in” sumur eksplorasi pertama PLTP Lumut Balai Unit 3
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
NU Akhirnya Putuskan Muktamar di Ponpes Tambakberas Jombang, Apa Saja Petimbangannya?
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Penguntitan hingga Kabar Penggeledahan, Rangkaian Kontroversi di Seputar Jampidsus
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Foto: Hujan Monson Lumpuhkan New Delhi
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.