Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan potensi cuaca dalam sepekan ke depan, yakni 10 Juli - 16 Juli 2026. Menurut BMKG, cuaca didominasi berawan di berbagai wilayah Indonesia. Rincian Prakiraan Cuaca Sepekan ke Depan Prakiraan Cuaca Periode 10 – 13 Juli 2026: Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Utara, Kepulauan. Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
-
Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Papua Selatan.
- Angin Kencang: Aceh, Bali, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kep. Bangka Belitung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Papua Barat Daya.
Baca Juga :
Kemarau Makin Meluas, BMKG: Sebagian Wilayah Masuk PuncakIlustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.
-
Angin Kencang: Maluku.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari pada musim kemarau yang meluas. Selain itu, masyarakat diminta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.
"Selain itu, perlu dipahami bahwa musim kemarau dan periode peralihan bukan berarti tidak ada hujan. Hujan masih berpotensi terjadi, khususnya saat kondisi atmosfer masih cukup lembab," ujar BMKG.
Oleh karena itu, BMKG juga mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan yang berada pada wilayah dengan fenomena atmosfer signifikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
"Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir," pesan BMKG.




