Jampidsus Febrie Adriansyah Bantah Terkait dengan 2 Lokasi yang Digeledah Polri di Cipete

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah membantah adanya keterkaitan bisnis dengan dua lokasi yang digeledah oleh penyidik Polri di Cipete, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, dua lokasi yang digeledah penyidik kepolisian itu adalah restoran de'Clan dan Koin Money Changer.

"Dapat saya jelaskan bahwa Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang, apa yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete," ujar Febrie di Kejagung, Jumat (10/7/2026).

Dia menambahkan, dirinya bakal menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan penyidik Polri. Pasalnya, kata Febrie, pihaknya dengan Polri harus bersinergi sesama penegak hukum di Tanah Air.

"Tentunya semua proses penegakan hukum kita akan menghargai dan menghormati. Sesama rekan penegak hukum tentunya saling mendukung bagaimana ini menjadi terang, menjadi jelas, dan bisa kita jelaskan kepada masyarakat," imbuhnya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat tidak terpancing narasi liar di media sosial, dan menunggu keterangan resmi dari penyidik terkait untuk kejelasan kasus ini.

Baca Juga

  • Harta Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah Tembus Rp18,2 Miliar
  • Profil Jampidsus Febrie Adriansyah, Jaksa yang Disorot saat Penggeledahan oleh Polri
  • Polda Metro Jaya Bantah Geledah Rumah Jampidsus Kejagung Febrie

"Untuk terkait pemberitaan-pemberitaan tersebut, makanya kita tunggu ya, bagaimana nanti proses hasil penyidikannya," pungkasnya.

Sekadar informasi, penyidik gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tengah menyidik tiga kasus dugaan korupsi hingga pencucian uang.

Tiga kasus itu mulai dari blackout batu bara PLN, Asabri dan dugaan pencucian uang dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI atau terkait Krakatau Steel.

Dari tiga kasus itu, penyidik telah menggeledah 12 lokasi di Jakarta dan Bogor. Dari 12 lokasi yang digeledah yaitu kafe de'Clan dan Koin Money Changer di Jakarta, serta rumah di Sentul, Bogor 

Dari tiga lokasi itu penyidik telah menyita aset senilai ratusan miliar. Misalnya, di kafe de'Clan dan Koin Money Changer dengan total aset mencapai Rp67 miliar.

Sementara, di TKP Sentul, penyidik telah menyita aset dalam brankas yang berisi emas 74 Kg dan uang tunai dalam mata uang dolar US, dolar Singapura dan uang ratusan juta. Aset yang disita tersebut ditaksir mencapai Rp476 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karangan Bunga Tanpa Identitas Berisi Dukungan untuk Polri Muncul di Polda Metro
• 7 jam lalukompas.com
thumb
KPK OTT Bupati Sukoharjo terkait Dugaan Pemerasan Para Perangkat Daerah
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
DPRD DKI dan BUMD Bakal Bahas Dugaan Kecurangan Sopir JakLingko Tap Kartu Sendiri
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Febrie Jampidsus Bantah Ada Kaitan dengan Bisnis Kafe De’Clan di Cipete
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pengamat dorong evaluasi APBN fokus pada efektivitas belanja negara
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.