VIVA – Veda Ega Pratama mencatatkan pencapaian bersejarah pada seri Moto3 Jerman 2026. Pebalap Honda Team Asia itu menjadi pembalap Indonesia pertama yang keluar sebagai yang tercepat dalam sesi practice Kejuaraan Dunia Moto3, yang digelar di Sirkuit Sachsenring, Jumat, 10 Juli 2026.
Veda menutup sesi dengan catatan waktu 1 menit 25,848 detik, mengungguli para pesaingnya sekaligus mengamankan satu tempat di kualifikasi kedua (Q2). Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren positif pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu pada musim debutnya di kelas Moto3.
Torehan tersebut menjadi catatan penting bagi dunia balap motor Indonesia. Pasalnya, belum pernah ada pembalap Tanah Air yang mampu mengakhiri sesi practice Moto3 sebagai yang tercepat sejak Indonesia mulai memiliki wakil di ajang Kejuaraan Dunia Balap Motor.
Hasil impresif tersebut sekaligus melanjutkan tren positif Veda pada musim debutnya di Moto3. Sebelumnya, pebalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu sukses meraih podium ketiga di Moto3 Brasil 2026 yang juga menjadi podium pertama Indonesia di kelas Moto3.
Performa Veda di Sachsenring terasa semakin spesial mengingat beberapa jam sebelumnya ia masih kesulitan pada sesi latihan bebas pertama (FP1). Saat itu, Veda hanya mampu mengakhiri sesi di posisi ke-23 dengan selisih lebih dari satu detik dari pembalap tercepat.
Namun situasi berubah drastis ketika memasuki sesi practice.
Awal sesi juga belum berpihak kepada Veda. Ia sempat tercecer di luar zona aman bahkan turun hingga posisi ke-21 ketika sesi memasuki 10 menit terakhir. Kondisi tersebut membuat peluang lolos langsung ke Q2 sempat terlihat cukup berat.
Veda kemudian memilih masuk ke pit untuk melakukan penyetelan motor sebelum kembali ke lintasan pada fase penentuan.
Keputusan itu terbukti tepat.
Saat waktu terus menipis, Veda mulai memperlihatkan kecepatannya. Ia sempat melesat ke posisi empat, lalu naik ke tiga besar sebelum akhirnya mencatatkan putaran terbaik 1 menit 25,848 detik yang langsung mengantarkannya ke puncak klasemen waktu.
Sejak saat itu tak ada satu pun pembalap yang mampu mematahkan catatan waktunya hingga bendera finis dikibarkan.





