jpnn.com, JAKARTA - Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengungkap sejumlah persoalan yang dihadapi warganya kepada Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike.
Dua persoalan yang paling mendasar menyangkut persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) hingga keterbatasan ketersediaan air bersih yang tidak lancar.
BACA JUGA: KM Sumber Rezeki Mati Mesin di Kepulauan Seribu, 26 Penumpang Dievakuasi
“Kabupaten Kepulauan Seribu terus berupaya mencari solusi terkait distribusi BBM bersubsidi bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha pariwisata,” kata Fadjar saat mendampingi kunjungan kerja Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan harga BBM subsidi dari Pertamina sebenarnya telah ditetapkan. Namun biaya distribusi ke wilayah kepulauan masih menjadi tantangan tersendiri.
BACA JUGA: Pendidikan di Kepulauan Seribu Kian Merata, Pemerintah Sediakan Kapal Gratis hingga Asrama Siswa
“Kami sudah menyampaikan usulan kepada BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga agar distribusi BBM ke Kepulauan Seribu dapat berjalan lebih optimal,” kata dia.
Fadjar berharap masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi dengan harga yang sama yakni Rp 6.800 per liter.
BACA JUGA: SMKN 61 Jakarta Kepulauan Seribu Cetak SDM Maritim Unggul & Berkelas Dunia
Ia menjelaskan tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu, terutama saat musim liburan sekolah, menyebabkan peningkatan permintaan dari sektor pariwisata dan nelayan.
"Dua minggu terakhir kebutuhan cukup tinggi sehingga terjadi peningkatan permintaan. Kami berharap setelah masa liburan berakhir, kondisi pasokan dapat kembali normal," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta Yuke Yurike mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti sejumlah persoalan yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat Kepulauan Seribu.
"Kami akan terus mengawal kebutuhan masyarakat Kepulauan Seribu agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Yuke.
Sebelumnya, BupatiFadjar juga mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di daerah kepulauan tersebut sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat kepulauan tersebut.
“Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) guna mendukung aktivitas nelayan, pelaku usaha pariwisata, serta transportasi laut antar pulau,” katanya.
Ia menegaskan SPBN masih menjadi kebutuhan vital dalam menjamin ketersediaan bahan bakar minyak bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Pihaknya terus berupaya mendorong hadirnya layanan distribusi bahan bakar yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh nelayan maupun pelaku usaha.
“Ini tentu menjadi kunci dalam menggerakkan ekonomi warga,” kata dia.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




