"Pastinya kami sudah menyiapkan strategi, mempelajari kelemahan dan kelebihan lawan. Kami sudah sering berjumpa pasangan Chinese Taipei ini, mereka mempunyai rotasi yang sangat solid dan punya defense pertahanan yang sangat baik juga," ujar Fajar usai laga.
"Jadi kami mencoba bermain tidak terburu-buru. Kami bermain lebih rileks dan santai sambil mengatur bagaimana caranya untuk menyerang dengan struktur yang bagus," tambah Fajar. Dominasi Permainan Depan Jadi Kunci Sukses Fikri Senada dengan Fajar, Muhammad Shohibul Fikri merasa sangat puas dengan progres performa mereka di laga ini. Fikri menyebut kontrol permainan di area depan net menjadi faktor pembeda yang membuat wakil Taiwan tidak berkutik. Baca juga: Japan Open 2026: Ubed Petik Pelajaran Penting di Super 750 Perdananya "Cukup senang karena penampilan hari ini jauh lebih baik dari kemarin. Kami bisa menerapkan permainan depan yang sangat baik sehingga mereka tidak bisa keluar dari tekanan. Kami bisa mengontrol pertandingan sampai akhir," ungkap Fikri dengan semringah. Siap Tempur Melawan Lane/Vendy di Perempat Final Langkah Fajar/Fikri dipastikan tidak akan mudah di fase berikutnya. Di babak perempat final Japan Open 2026, mereka sudah ditunggu oleh ganda putra tangguh asal Inggris, Ben Lane/Sean Vendy.
Menatap laga krusial tersebut, Fajar Alfian menegaskan target mereka hanya menang. Ia dan tim pelatih akan segera merumuskan formula terbaik untuk menaklukkan wakil Inggris tersebut, terutama dalam mengantisipasi kondisi lapangan di Tokyo yang cukup menantang.
"Besok bertemu Ben Lane/Sean Vendy, kami mau menang. Kami harus menyiapkan strategi, berdiskusi dengan pelatih bagaimana cara untuk melawan mereka di kondisi lapangan seperti ini," pungkas Fajar optimistis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





