Melawan Arogan, Menolak Lupa Sejarah Lahirnya Satpam

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

 

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Pengamanan atau Satpam bisa dibilang saudara kandung polisi. Korps pengamanan itu lahir dari pemikiran Jenderal Polisi Awaloedin Djamin, yang menerbitkan SK EP/126/XII/1980 tentang Pola Pembinaan Satuan Pengamanan, pada 30 Desember 1980. Dari jasanya itu, Jenderal Awaloedin kini dikenal sebagai Bapak Satpam Indonesia.

Advertisement

BACA JUGA: Melawan Arogan, Menolak Lupa Sejarah Lahirnya Satpam

Jenderal Polisi Awaloedin Djamin sendiri lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 26 September 1927. Awaloedin awalnya memulai studi sebagai mahasiswa ekonomi pada tahun 1949-1950. Dirinya kemudian memilih mengabdikan diri kepada negara melalui Korps Bhayangkara dengan mengikuti pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada 1955.

Usai lulus, Awaloedin mengikuti program Graduate School of Public and International Affair di Universitas Pittsburg, AS dan meraih gelar doktor dari School of Public Administration, Universitas California Selatan pada 1963.

Kemudian, dia menjabat sebagai lektor luar biasa di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1964. Setelah itu, karier Awaloedin beralih ke pembantu presiden menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja Kabinet Ampera (1966) dan Deputi Pangkat Urusan Khusus (1968) ketika Kapolri Hoegeng Iman Santoso masih bertugas.

Dua tahun kemudian Awaloedin menjadi ditunjuk sebagai Direktur Lembaga Administrasi Negara (LAN). Sebelum memimpin Polri, ia lebih dulu menduduki posisi Duta Besar untuk Jerman Barat periode tahun 1976-1978.

Pada 1978, Awaloeddin Jamin dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI, di tengah kondisi keamanan di Tanah Air yang tidak menentu.

Setelah mempelajari situasi dengan seksama, jenderal lulusan Ilmu Administrasi ini mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka meningkatkan sistem keamanan di masyarakat, beliau jaga berperan besar dalam pembentukan Satuan Pengamanan (Satpam).

Masukan serta pemikiran pria yang dikenal sebagai 'Bapak Satpam' ini selalu dituangkan dalam berbagai kesempatan termasuk dalam seminar, dialog, simposium, makalah dan buku yang diterbitkannya.

Dalam semasa hidupnya, Awaloedin menerima sejumlah penghargaan sebagai tanda jasanya, seperti Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara, dan Bintang Mahaputra Adipradana.

Kemudian, penghargaan lain yang juga diterima Awaloedin, yakni Satya Lencana Perang Kemerdekaan (I dan II), Satya Lencana Karya Bhakti, Satya Lencana Yana Utama, Satya Lencana Panca Warsa, Satya Lancana Peringkat Perjuangan Kemerdekaan RI, dan Satya Lencana Penegak Veteran Pejuang Kemerdekaan RI.

Tak hanya penghargaan dalam negeri, Awaloedin juga pernah menerima Das Gross Rreuz dari jerman Barat dan The Philipine Legion of Honor dari Pemerintah Filipina.

Jenderal Polisi Awaloedin Djamin kemudian berpulang pada usianya yang ke-91 tahun, yakni pada Kamis 31 Januari 2019, pukul 14.45 WIB setelah dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uji Coba Rekayasa Lalin HR Muhammad Surabaya, Petugas Siaga di Sejumlah Titik Sepekan ke Depan
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rano Ungkap Alasan Jakarta Belum Terdampak Kekeringan Seperti Tangerang
• 42 menit lalukompas.com
thumb
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ditilang
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Jatanras PMJ Tangkap 2 Pelaku Curanmor Tembak Ojek di Jaktim, Senpi Disita
• 32 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.